Jelang Debat Kedua Pilkada Jateng, Dua Cagub Gencar Turun ke Lapangan
Kedua paslon siap menghadapi debat kedua Pilgub Jateng. Ketahanan pangan menjadi salah satu tema yang akan dibahas.
Oleh
KRISTI DWI UTAMI
·3 menit baca
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Kandidat nomor urut 01, pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, dan nomor urut 02, pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen, mengikuti sesi debat terbuka di Marina Convention Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/10/2024).
SEMARANG, KOMPAS — Kedua pasangan calon yang berkompetisi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah siap menghadapi debat kedua, Minggu (10/11/2024). Baik paslon nomor urut 01 Andika Perkasa-Hendrar Prihadi maupun paslon nomor urut 02 Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen sama-sama sudah turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng kembali menggelar debat terbuka cagub dan cawagub, Minggu malam, di MAC Ballroom, Kota Semarang, Jawa Tengah. Selama masa kampanye, ada tiga debat terbuka yang digelar KPU, yakni Rabu (30/10/2024), Minggu (10/11/2024) malam, dan Rabu (20/11/2024).
Baca Berita Seputar Pilkada 2024
Pahami informasi seputar Pilkada 2024 dari berbagai sajian berita seperti video, opini, Survei Litbang Kompas, dan konten lainnya.
Anggota KPU Jateng Akmaliyah mengatakan, tema yang akan dibahas dalam debat kedua ialah ”Pembangunan Berkelanjutan: Membangun Infrastruktur dan Ketahanan Pangan di Jateng dalam Menghadapi Perubahan Iklim dan Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”. Sama dengan debat pertama, akan ada enam segmen dalam debat kedua yang juga berlangsung selama 120 menit tersebut.
”Segmen pertama pemaparan visi misi, segmen kedua pendalaman visi misi cagub, dan segmen ketiga pendalaman visi misi cawagub. Lalu, segmen keempat saling bertanya antarcagub, segmen kelima saling bertanya antarcawagub, dan segmen keenam pernyataan penutup,” kata Akmaliyah, Minggu.
Pasangan nomor urut 02, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen, mendapatkan giliran menjawab pertanyaan terkait pengelolaan pemerintahan dalam sesi debat terbuka di Marina Convention Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/10/2024).
Ada tujuh panelis yang bertugas merumuskan soal yang akan diajukan kepada para paslon dalam debat kedua. Mereka ialah Ani Purwanti, Suharnomo, dan Ahmad Syakir Kurnia dari Universitas Diponegoro. Selain itu, Agus Riewanto dan Wahyudi Sutopo dari Universitas Sebelas Maret, serta Abdul Ghofur dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, dan Slamet Rosyadi dari Universitas Jenderal Soedirman.
Menjelang debat kedua, setiap paslon telah mempersiapkan diri. Luthfi-Yasin, misalnya, memastikan mereka tidur dan istirahat cukup supaya bisa tampil prima saat debat.
”Selain itu, kami banyak turun ke masyarakat untuk belanja masalah. Kami selalu turun ke masyarakat untuk mendengar masukan-masukan. Dari situ, kami carikan solusinya dan kami sampaikan dalam debat,” kata Yasin, Sabtu (9/11/2024).
Menurut Yasin, paslon nomor urut 02 telah mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan tema yang ditentukan oleh KPU pada debat kedua. ”Temanya sudah diberikan oleh KPU kepada semua paslon. Kami tinggal menyiapkan saja bagaimana menarasikan tema tersebut kepada masyarakat,” tuturnya.
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Pasangan nomor urut 02, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen, mengikuti sesi debat terbuka di Marina Convention Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/10/2024).
Sementara itu, Andika-Hendi juga gencar turun ke masyarakat menjelang debat. Hendi menyebut, hal itu dilakukan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat dan memetakan persoalan-persoalan di lapangan.
”Kami turun untuk menyerap aspirasi. Masukan dari masyarakat itu akan menjadi bahan kami untuk menjalankan program dengan lebih tepat sasaran,” ucap Hendi.
Hendi juga sempat menghadiri debat Pemilihan Wali Kota Semarang, Jumat (8/11/2024) malam. Ia berharap bisa mendapatkan ide-ide baru terkait dengan pelayanan publik melalui debat yang membahas soal tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik tersebut.
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Kandindat nomor urut 01, pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, mengikuti sesi debat terbuka di Marina Convention Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/10/2024).
Ketahanan pangan
Guru Besar Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono menuturkan, ketahanan pangan menjadi salah satu topik yang penting untuk dibahas dalam debat pilgub. Menurut Bambang, para calon pemimpin perlu diuji gagasannya dan didengar tawaran solusinya dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan yang dihadapi Jateng.
”Problem yang dihadapi Jateng terkait ketahanan pangan setidaknya ada empat, yaitu sistem pertanian yang masih kurang efisien, gangguan perubahan iklim, perilaku konsumsi masyarakat yang belum mau melakukan diversifikasi pangan, dan kebijakan untuk menghidupkan kedaulatan pangan dari pemerintah pusat hingga desa yang belum inline,” kata Bambang saat dihubungi, Minggu.
Para calon pemimpin perlu diuji gagasannya dan didengar tawaran solusinya dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan yang dihadapi Jateng.
Menurut Bambang, untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut, perlu ada mitigasi yang disiapkan para pemimpin terpilih di Jateng. Pemimpin perlu mendorong peningkatan produksi dan penggunaan teknologi pengolahan hasil pertanian. Kemudian, efisiensi dalam distribusi hasil pertanian, perbaikan pola konsumsi masyarakat terhadap hasil pertanian, serta peningkatan efisiensi fungsi kelembagaan petani juga perlu dilakukan.
Sementara itu, untuk mengatasi persoalan ketahanan pangan akibat dampak perubahan iklim, Bambang menilai para pemimpin perlu memetakan masalah dari hulu. Dari produksi, misalnya, pemimpin perlu memastikan benih yang digunakan tahan iklim.
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Buruh tani berada di tengah banjir yang menggenangi area persawahan saat memanen padi mereka di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (22/3/2024).
Selain itu, penyediaan infrastruktur irigasi yang baik harus dijamin. Hal itu supaya saat ada cuaca ekstrem, seperti hujan ekstrem, air bisa tertampung dan tidak menggenangi lahan pertanian. Kemudian, saat kemarau, ada cadangan air yang tersimpan di sekitar lahan pertanian untuk menjaga tanaman tetap tumbuh dan berkembang secara optimal.
”Jateng juga perlu mengoptimalkan lahan-lahan rawa di pesisir pantura yang terkena intrusi air laut. Lahan-lahan ini harus diolah, digarap, dioptimalkan untuk menciptakan lahan-lahan pertanian baru. Nanti, varietas tanaman pangan yang ditanam disesuaikan, misalnya pilih benih yang tahan dengan salinitas tinggi,” ujar Bambang.
Tak hanya untuk kepentingan masyarakat di Jateng, ketahanan pangan di wilayah tersebut juga sangat penting bagi ketahanan pangan nasional. Sebab, Jateng merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Jika hasil pertanian di Jateng baik, bukan hanya ketahanan pangan yang terjaga, melainkan juga kedaulatan pangan negara.