logo Kompas.id
NusantaraNelayan Pulau Rupat Terancam...
Iklan

Nelayan Pulau Rupat Terancam ”Gantung Jala” akibat Tambang Pasir Laut

Komunitas nelayan di Indonesia terus menurun akibat ekspansi industri ekstraktif ke wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Hal itu salah satunya terjadi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Oleh
PANDU WIYOGA
· 1 menit baca
Petugas di Kapal Pengawas Perikanan Hiu 01 saat menyetop operasi kapal petambang pasir laut di perairan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Minggu (13/2/2022).
DOKUMENTASI KKP

Petugas di Kapal Pengawas Perikanan Hiu 01 saat menyetop operasi kapal petambang pasir laut di perairan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Minggu (13/2/2022).

BATAM, KOMPAS — Kerusakan lingkungan akibat tambang pasir laut mengancam kehidupan nelayan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Pemerintah diminta konsisten dan tegas menindak perusahaan yang melakukan pertambangan tanpa izin di wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil.

Ketua Aliansi Tokoh Masyarakat Riau Peduli Pulau Rupat, Said Amir Hamzah, Kamis (7/4/2022), mengatakan, tambang pasir laut mengakibatkan padang lamun dan terumbu karang rusak parah. Akibatnya, ratusan nelayan lokal sulit mendapat ikan dan terancam ”gantung jala”.

Editor:
GREGORIUS MAGNUS FINESSO
Bagikan