logo Kompas.id
โ€บ
Nusantaraโ€บSetelah Pembukaan Ruang...
Iklan

Setelah Pembukaan Ruang Publik, Surabaya Bersiap Gelar PTM Penuh

Situasi Covid-19 yang terus menurun di Surabaya, Jawa Timur, mendorong aparatur melonggarkan kegiatan pendidikan dan hiburan. Namun, sebaiknya penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan dengan disiplin.

Oleh
AMBROSIUS HARTO MANUMOYOSO
ยท 1 menit baca
Suasana di Taman Jangkar, Jambangan, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/1/2022), yang sebenarnya masih ditutup dari aktivitas publik untuk menekan risiko penularan Covid-19. Peningkatan kasus Covid-19 mulai kembali terjadi di Surabaya yang diyakini terkait dengan serangan varian Omicron dan turunannya yang amat cepat menular. Situasi pandemi Covid-19 yang tidak menentu memaksa otoritas terus memperpanjang penutupan ruang publik, termasuk taman-taman.
AMBROSIUS HARTO MANUMOYOSO

Suasana di Taman Jangkar, Jambangan, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/1/2022), yang sebenarnya masih ditutup dari aktivitas publik untuk menekan risiko penularan Covid-19. Peningkatan kasus Covid-19 mulai kembali terjadi di Surabaya yang diyakini terkait dengan serangan varian Omicron dan turunannya yang amat cepat menular. Situasi pandemi Covid-19 yang tidak menentu memaksa otoritas terus memperpanjang penutupan ruang publik, termasuk taman-taman.

SURABAYA, KOMPAS โ€” Situasi penularan Covid-19 yang terus menurun mendorong Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, bersiap menggelar pembelajaran tatap muka penuh atau 100 persen. Meski demikian, pembelajaran tatap muka atau PTM penuh hanya akan berlaku jika status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kembali ke level 1 dari saat ini level 2. Sebelumnya, sejumlah ruang publik di โ€Kota Pahlawanโ€ juga mulai dibuka.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh, Kamis (17/3/2022), di Surabaya, mengatakan, PTM penuh juga akan dilaksanakan bertahap mengikuti perkembangan situasi Covid-19. Jika terus melandai, PTM bisa digelar secara normal atau tanpa pembatasan seperti sebelum serangan pandemi, Maret 2020.

Editor:
GREGORIUS MAGNUS FINESSO
Bagikan