logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊIroni Minyak Goreng di Pulau...
Iklan

Ironi Minyak Goreng di Pulau Sawit

Di Kalimantan, dimana luasan kebun sawit mencapai 1 juta hektar lebih, warganya masih kesulitan mendapat minyak goreng.

Oleh
DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO, SUCIPTO, EMANUEL EDI SAPUTRA, JUMARTO YULIANUS
Β· 1 menit baca
Kawasan hutan adat di Kinpan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit, di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2020).
KOMPAS/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO

Kawasan hutan adat di Kinpan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit, di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2020).

Ironis. Kalimantan yang merupakan salah satu daerah produsen minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia, warganya terimpit kelangkaan minyak goreng. Mereka yang selalu beririsan konflik dengan perusahaan-perusahaan minyak itu kini kian terjatuh. Tak hanya langka, harganya pun mahal.

Kelangkaan minyak goreng itu dirasakan di berbagai pelosok. Salah satunya di masyarakat di kampung nelayan tepatnya pinggiran Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Tak ada gerai mini market di sekitar kampung nelayan seperti di Jenebora, Gresik, Kampung Baru, Pantai Lango, dan beberapa kampung lainnya. Mereka harus menyeberangi teluk menuju Kota Balikpapan untuk mencari minyak goreng dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Editor:
SIWI YUNITA CAHYANINGRUM
Bagikan