logo Kompas.id
NusantaraBanjir di Papua Meluas, Korban...

Banjir di Papua Meluas, Korban Tewas Menjadi Delapan Orang

Korban meninggal akibat bencana alam di Kota Jayapura, Papua, menjadi delapan orang. Banjir meluas hingga Kabupaten Jayapura.

Oleh
FABIO MARIA LOPES COSTA
· 3 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/fmdomwvN3SRK0S3aKfWVt5NOOX4=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2F72952319-1440-4dff-a29f-1429c310538c_jpg.jpg
PENERANGAN KODAM XVII/CENDERAWASIH

Banjir merendam Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (9/1/2022). Warga di sekitarnya diminta terus mewaspadai potensi bencana yang bakal terjadi.

JAYAPURA, KOMPAS — Banjir di Papua meluas, Minggu (9/1/2022). Saat Kota Jayapura masih tergenang, kini Kabupaten Jayapura juga direndam banjir. Akibat bencana alam kali ini, total delapan orang meninggal.

Data Minggu pagi, 240 rumah di Distrik Nimbokrang di Kabupaten Jayapura dilaporkan terendam banjir. Kejadian ini dipicu luapan Kali Grime dan Kali Aso setelah hujan deras sejak Sabtu (8/1/2022) malam.

Komandan Kodim 1701/Jayapura Letnan Kolonel Richard Arnold Sangari mengatakan telah menerjunkan prajurit untuk menyelamatkan korban banjir di Distrik Nimbokrang. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter.

”Kami telah mengevakuasi warga ke rumah kerabatnya yang terdekat. Banjir tidak hanya merendam rumah, tetapi juga lahan pertanian,” kata Richard.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/lVyvs9gLVohNmSwOtq0KUQ-0dqI=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2Ffd020e8e-6494-40ca-a207-5460df71d31c_jpg.jpg
KOMPAS/FABIO MARIA LOPES COSTA

Warga yang melintasi lokasi banjir di Kompleks Organda, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Minggu (9/1/2022). Banjir terjadi di daerah itu sejak 7 Januari 2022.

Kondisi Kota Jayapura juga belum membaik. Hingga Minggu pukul 11.00 WIT, air setinggi 30-50 cm masih menggenangi Kompleks Organda. Sementara genangan air setinggi 20-40 cm masih terlihat di kawasan Youtefa. Akibatnya, 3.500 jiwa terdampak. Sebagian besar warga itu masih bertahan di rumah masing-masing.

Sejauh ini, langkah penanganan pascabanjir oleh pemda juga masih terkendala. Runtuhnya atap Gedung Olahraga Waringin, posko utama bencana di Kota Jayapura, menjadi salah satu contohnya.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, atap gedung itu runtuh Minggu pada pukul 06.30 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. ”Aparat Polsek Abepura telah memeriksa dua saksi. Saat ini, petugas masih mendata kerugian material akibat peristiwa tersebut,” katanya.

Bencana yang masih sulit diatasi itu juga rentan membuat korban bertambah. Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Papua Komisaris Besar Kasmolan mengatakan, warga kembali ditemukan tewas di daerah Organda sekitar pukul 07.00 WIT. Diduga, satu korban meninggal ini tenggelam di lokasi banjir.

”Petugas sudah membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. Identitasnya belum diketahui,” kata Kasmolan.

Dengan demikian, total delapan orang meninggal akibat bencana alam di Kota Jayapura sejak Jumat (7/1/2022). Sebelumnya, tujuh warga di Distrik Jayapura Utara meninggal karena tertimbun longsor.

Baca juga: Masalah Lingkungan dan Dampak Pemanasan Global Picu Banjir Jayapura

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/cZ7fiInrybEcM-PtltCbcnftVF0=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2F27c5e918-c82b-4eda-be41-4a2319ad7455_jpg.jpg
BIDANG HUMAS POLDA PAPUA

Atap Gedung Olahraga Waringin di Kota Jayapura, Papua, roboh pada Minggu (9/1/2022). Kejadian ini akibat hujan deras sejak sehari sebelumnya.

Koordinator Data dan Informasi Pusat Meteorologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura Ezri Ronsumbre mengatakan, pihaknya menemukan dua gelombang atmosfer yang memicu pembentukan awan hujan di Jayapura. ”Gelombang atmosfer ini berada di  Jayapura. Gelombang ini memicu hadirnya awan hujan secara masif. Akibatnya terjadi hujan dengan intensitas lebat,” kata Ezri.

Ke depan, ia berharap warga Jayapura, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor, bersiaga mengantisipasi bencana susulan. Fenomena gelombang atmosfer ini diprediksi bisa terjadi hingga beberapa hari ke depan.

”Kota dan Kabupaten Jayapura serta Keerom sudah memasuki masa puncak musim hujan. Biasanya, kondisi cuaca ini terjadi pada awal tahun hingga bulan Maret,” katanya.

Baca juga: Waspadai Hujan Intensitas Sedang hingga Lebat di Wilayah Indonesia Timur

Editor:
Cornelius Helmy Herlambang
Bagikan