logo Kompas.id
NusantaraTantangan Berbagi Damai dengan...
Iklan

Tantangan Berbagi Damai dengan ”Abang Kul”, Si Gajah Sumatera

Hidup damai dengan gajah sumatera terus diusahakan. Gajah memiliki hak untuk hidup damai di alam liar, sedangkan warga juga berhak memperoleh penghidupan dari alam. Namun, hidup damai itu penuh tantangan.

Oleh
ZULKARNAINI MASRY
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/NU54abqcgj74J4hseLSD-gYEFMQ=/1024x731/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2F20211203AIN_Rumah-Kebun-Dirusak-Gajah1_1638441296.jpg
KOMPAS/ZULKARNAINI MASRY

Salah satu rumah warga di perkebunan di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Aceh, rusak diamuk gajah liar, Kamis (2/12/2021).

Hidup damai dengan gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) sejak lama adalah perjuangan. Gajah yang juga punya hak hidup damai di habitatnya aslinya, di tengah warga juga merasa berhak atas penghidupan dari alam. Situasi itu membuat hidup damai keduanya penuh tantangan, juga ketika pagar kejut pembatas ruang hidup keduanya rusak.

Suara mercon sahut-menyahut di Desa Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Kamis (2/12/2021) siang. Situasi itu aneh bagi pendatang, termasuk orang Aceh sekalipun. Namun, biasa dilakukan warga setempat. Begitulah cara mereka menghalau gajah liar dari perkampungan.

Editor:
aufrida wismi
Bagikan