logo Kompas.id
NusantaraTilik Candi, Membayar Kangen...

Tilik Candi, Membayar Kangen Lari Bareng

Bank Jateng Tilik Candi memberi kesempatan pelari umum ikut Borobudur Marathon. Sama dengan para atlet, mereka juga masuk gelembung mengantisipasi Covid-19. Mereka diharapkan turut membantu pemulihan ekonomi lokal.

Oleh
KRISTI D UTAMI/HARIS FIRDAUS
· 5 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/ywkXXexlm14xnY30oW4qUyJu64E=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2F297e4fbf-1567-44c6-9c05-592ea91aa525_jpg.jpg
KOMPAS/Ferganata Indra Riatmoko

Sejumlah peserta lomba lari Bank Jateng Tilik Candi memberi semangat kepada pelari kelas elite yang sedang berpacu pada lomba lari Borobudur Marathon 2021 Powered by Bank Jateng di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (27/11/2021). Lomba tersebut diikuti oleh 42 pelari yang terdiri dari 26 pelari elite putra dan 16 pelari elite putri.

Kali kedua digelar di masa pandemi, Borobudur Marathon 2021 lebih berwarna ketimbang tahun sebelumnya. Sebanyak 128 pehobi lari berkesempatan berlomba seperti halnya atlet elite, Minggu (28/11/2021). Bank Jateng Tilik Candi mengundang mereka menuntaskan rindu yang tak terbayar tahun lalu.

Rintik hujan di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (27/11) tak mengusir Andang Pamungkas (37) dari pinggir lintasan. Ia bertahan sambil melindungi tubuh dengan pakaian tahan air dan topi. Pagi itu, Andang memang bertekad membakar semangat para pelari idolanya dengan memberi semangat atau cheering dari pinggir lintasan.

Andang adalah satu dari 128 pelari yang terpilih mengikuti Bank Jateng Tilik Candi. Ajang ini merupakan lomba lari separuh maraton (half marathon) yang masih menjadi bagian Borobudur Marathon Powered by Bank Jateng. Pada Sabtu pagi, para pelari umum itu diundang menyaksikan lomba bagi pelari elite dari pinggir lintasan sembari mengambil perlengkapan lomba.

Andang menilai, keberadaan cheering atau pemberi semangat sangat diperlukan dalam lomba lari jarak jauh. Teriakan-teriakan penyemangat bisa kembali menyalakan api semangat para pelari yang keletihan di tengah lomba.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/94DJRH4UuF6Rba_-u3vUW--JJAw=/1024x764/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2F70cf503b-8ba3-4bf6-bc51-d34497151e8f_jpg.jpg
KOMPAS/KRISTI DWI UTAMI

Sehari jelang perlombaan, para pelari Bank Jateng Tilik Candi yang dikarantina di Hotel Atria, Magelang, Jawa Tengah, menjalani fisioterapi, Sabtu (27/11/2021) malam. Para pelari ingin memastikan kondisinya fit Layanan fisioterapi untuk pelari dibuka sejak Jumat (26/11/2021) pukul 18.00 dan akan ditutup pada Sabtu pukul 21.00. Dalam ajang Bank Jateng Tilik Candi, ada 128 pelari yang akan berlomba untuk finis tercepat.

"Kalau di Borobudur Marathon sebelum pandemi, cheering selalu dilakukan warga di desa-desa. Semangat saya selalu terpompa setiap kali bertemu rombongan cheering tersebut. Kali ini, saya ingin melakukan hal serupa untuk idola-idola saya, Agus Prayogo, Odekta Naibaho, dan Aditya Madya Pamungkas," kata Andang.

Tak sia-sia perjuangan Andang, para jagoannya, Agus dan Odekta menjadi yang tercepat. Sementara Aditya Madya Pamungkas atau yang akrab disapa Dodit yang mencatatkan waktu 3 jam 10 menit 23 detik finis di urutan ke-17.

Selain menyemangati para idolanya, Agus juga ingin menikmati Candi Borobudur. Sejak pandemi, pria asal Kabupaten Semarang, Jateng itu belum melihat kembali candi Buddha terbesar di dunia tersebut.

"Terakhir menikmati langsung Candi Borobudur di Borobudur Marathon 2019. Tahun kemarin saya ikut Borobudur Marathon Virtual Challenge jadi tidak bisa melihat langsung candi. Beruntung sekali tahun ini saya berkesempatan mengikuti Bank Jateng Tilik Candi, bisa jadi obat kangen," ujar Andang yang rutin mengikuti Borobudur Marathon sejak 2018 tersebut.

Baca juga : Diikuti 128 Pelari Umum, Borobudur Marathon 2021 Terapkan Protokol Ketat

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/JpAcHWqB4BkfqSYCl6rjaphxMIc=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2F20211128_054637_1638053419.jpg
KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSO

Para pelari Bank Jateng Tilik Candi melintasi salah satu sudut rute memutari Kompleks Candi Borobudur, di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (28/11/2021). Sebanyak 128 pelari umum berkesempatan menjajal rute separuh maraton dalam ajang Borobudur Marathon 2021. Sehari sebelumnya, sudah ada para pelari elite yang berlomba dalam Elite Race Borobudur Marathon 2021.

Mengikuti Borobudur Marathon tanpa menikmati kemegahan Candi Borobudur dan keindahan alam Perbukitan Menoreh, bagi Andang, seperti ada yang kurang. Saat lari virtual, ia merasa kurang bersemangat karena hanya berlari sendirian tanpa penonton maupun teriakan penyemangat dari warga.

Tahun ini, Andang akan berlari sembari menyaksikan tayangan video cheering dari masyarakat di sekitar Candi Borobudur. Hal itu diharapkan membuat dirinya berlari lebih bersemangat hingga berhasil finis dalam waktu kurang dari dua jam.

Antusiasme sama diungkapkan Putri Ramadhani (21), peserta Bank Jateng Tilik Candi asal Jambi. Mahasiswi Universitas Diponegoro Semarang itu mengaku tak sabar menjajal ajang lari pertamanya tersebut. "Persiapan sudah saya lakukan sejak dua bulan lalu. Saya latihan bersama para pelari profesional di sebuah komunitas lari di Semarang. Intensitas latihan juga saya tingkatkan dari biasanya dua kali menjadi empat kali seminggu," tuturnya.

Selain berlatih, Putri juga selalu berupaya menjaga kebugaran tubuh dan memperketat penerapan protokol kesehatan agar dirinya tak terpapar Covid-19. Setiap berlatih, dirinya selalu berupaya tidak berkerumun dengan banyak pelari. Saat beraktivitas, Putri juga melindungi dirinya dengan masker.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Zn0veuCvmSxClQj0ygd6Gi4xpbg=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2Ftili4_1638053566.jpg
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Para pelari Bank Jateng Tilik Candi melintasi salah satu sudut rute memutari Kompleks Candi Borobudur, di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (28/11/2021). Sebanyak 128 pelari umum berkesempatan menjajal rute separuh maraton dalam ajang Borobudur Marathon 2021. Sehari sebelumnya, sudah ada para pelari elite yang berlomba dalam Elite Race Borobudur Marathon 2021.

Tantangan karantina

Menggelar ajang lari tingkat nasional di masa pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelenggara. Penapisan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat senantiasa dilakukan agar tidak ada kluster penularan. Standar yang diterapkan bagi para pelari elite dalam dua kali perhelatan Borobudur Marathon di masa pandemi, juga diberlakukan bagi pelari umum.

"Para pelari kami wajibkan mengikuti aturan yang dibuat untuk meminimalkan risiko penularan. Saat datang, mereka langsung dites PCR. Mereka yang negatif Covid-19 akan tinggal dalam satu hotel yang sama dan dilarang berkontak fisik dengan orang luar," kata Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo.

Menurut Budiman, Bank Jateng Tilik Candi diadakan tahun ini untuk mewadahi keingian para pelari umum yang tahun lalu tidak bisa ikut Borobudur Marathon. "Peminatnya banyak, sekitar 1.300 orang. Namun, karena pandemi, kami batasi menjadi 128 pelari," imbuhnya.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Wx41e8pnyYAZwLFNGkcfNQEbXtQ=/1024x2166/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2F20211125-ARJ-lari-mumed_1637860455.png

Selain memfasilitasi para pelari berkompetisi, ajang ini juga digelar demi menggerakkan ekonomi masyarakat Magelang dan sekitarnya. Tak hanya itu, acara yang tahun depan direncanakan digelar lagi tersebut juga menampilkan budaya dan kearifan lokal sekitar Candi Borobudur.

"Bank Jateng Tilik Candi ini ada olahraganya yakni, half marathon (separuh maraton) tapi yang lebih menarik adalah kekayaan di sekitar candi, seperti rekam jejak budaya, kuliner, kearifan lokal, dan keramahan budaya. Di titik-titik tertentu yang dilewati pelari, ada video menampilkan anak-anak SD dengan kreativitasnya," tutur Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, konsep Borobudur Marathon tahun ini bagian dari pemanasan agar tahun depan bisa semakin ditingkatkan. Selain menunjukkan kekayaan budaya, ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga diharapkan bisa bergeliat.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/IeZKQf1lt9RIeNCcAEuAcxIHFsU=/1024x733/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2Fa19085fc-994a-48a0-b24f-ec4b36429c25_jpg.jpg
KOMPAS/KRISTI DWI UTAMI

Petugas medis memanggil pelari Bank Jateng Tilik Candi yang akan melakukan fisioterapi Sabtu (27/11/2021) malam di tempat mereka dikarantina yakni Hotel Atria, Magelang, Jateng. Layanan fisioterapi yang diberikan oleh penyelenggara Borobudur Marathon 2021 powered by Bank Jateng itu dibuka sejak Jumat (26/11/2021) pukul 18.00 dan akan ditutup pada Sabtu pukul 21.00.

"Kami mencoba mendorong, memancing, memberi stimulan agar UMKM jalan. Jadi, nanti akan ada beberapa program yang dibuat Bank Jateng menghidupkan lagi UMKM. Kalau pandemi menurun, pesertanya bisa lebih banyak. Kalau pesertanya banyak, ekonomi berjalan," ucap Ganjar.

Salah satu inisiatif mengungkit ekonomi rakyat yang dilakukan Pemprov Jateng bersama Bank Jateng dengan meluncurkan Kredit Lapak bagi para perempuan pedagang pasar tradisional. Kredit bunga 2 persen tanpa jaminan itu diharapkan bisa ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus mencegah para pedagang pasar terjerat utang kepada rentenir yang menarik bunga tinggi.

Ganjar meluncurkan Kredit Lapak dengan penyerahan pinjaman secara simbolis kepada sejumlah pedagang di Pasar Salaman, Kabupaten Magelang, Sabtu (27/11). Ganjar datang ke Pasar Salaman dengan bersepeda setelah melepas para pelari peserta Elite Race Borobudur Marathon 2021 di area Candi Borobudur.

Baca juga : Ruang Rindu Para Pelari Elite Marathon Itu Bernama Borobudur

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/1rMHDkl-Yoi-Yq6iVrWAC87Lk98=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2Fc185b9fe-207a-4ef5-9c76-bc3472093136_jpg.jpg
KOMPAS/HARIS FIRDAUS

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno menyerahkan pinjaman secara simbolis kepada pedagang dalam acara peluncuran layanan Kredit Lapak milik Bank Jateng, Sabtu (27/11/2021), di Pasar Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kredit Lapak merupakan layanan kredit dengan bunga rendah yang menyasar para perempuan pedagang pasar tradisional.

“Layanan keuangan ini diharapkan membantu kelompok perempuan pedagang pasar, yang terpuruk karena pandemi Covid-19. Mereka biasanya cermat saat mengelola keuangan sehingga pasti mampu mengembalikan pinjaman dengan baik,” tutur Ganjar.

Bank Jateng Tilik Candi diharapkan mampu berdampak bagi pelaku ekonomi di Kabupaten Magelang. Namun demikian, saat pandemi belum sirna, protokol kesehatan tetap jadi yang utama agar kesehatan dan kenyamanan pelari maupun warga terjaga.

Editor:
Gregorius Magnus Finesso
Bagikan