logo Kompas.id
NusantaraBenahi Penanganan Konflik...

Benahi Penanganan Konflik Papua

Seorang warga sipil meninggal dan tiga warga lainnya luka berat akibat konflik antara TNI-Polri dan KKB di Intan Jaya, Papua, dua pekan terakhir.

Oleh
FABIO MARIA LOPES COSTA / NIKOLAUS HARBOWO
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/VzXB7g1x4JIziEv7LAN7IbC31Xs=/1024x766/https://kompas.id/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210209-WA0088_1612852650.jpg
HUMAS POLDA PAPUA

Korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata bernama Ramli dievakuasi dari Bandara Bilorai, Kabupaten Intan Jaya, Papua, ke Kabupaten Mimika, Selasa (9/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Masih adanya warga sipil yang menjadi korban kontak senjata di Kabupaten Intan Jaya, Papua, menunjukkan kurang efektifnya penanganan keamanan di provinsi paling timur Indonesia itu. Pemerintah, TNI, dan Polri perlu kembali mengevaluasi pola penanganan keamanan agar konflik segera berakhir dan tak ada lagi korban, baik dari warga sipil maupun aparat.

Konflik antara aparat TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Intan Jaya belum juga berakhir. Hingga Selasa (9/11/2021), KKB masih terus melepaskan tembakan di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya. Sekitar 100 personel TNI-Polri dari Satgas Nemangkawi diturunkan untuk memblokade lima jalan menuju Sugapa.

Editor:
Anita Yossihara
Bagikan