logo Kompas.id
NusantaraPembukaan Kebun di Pinggir...

Pembukaan Kebun di Pinggir TNBS Munculkan Konflik Manusia dan Harimau

Pembukaan kebun sawit oleh salah satu korporasi hampir melindas batas Taman Nasional Berbak Sembilang. Akibatnya, konflik harimau sumatera dan masyarakat di pinggir hutan itu merebak.

Oleh
IRMA TAMBUNAN
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/R-GOj3RNGqbq_EAeJrVxSznHfBE=/1024x742/https://kompas.id/wp-content/uploads/2021/01/IMG_20210107_170100_1610013942.jpg
BBKSDA SUMUT

Ilustrasi. Warga melihat lembu yang mati dimangsa harimau sumatera di kawasan hutan produksi terbatas di Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (7/1/2021).

JAMBI, KOMPAS — Sebulan terakhir, masyarakat di pinggiran Taman Nasional Berbak-Sembilang dirundung khawatir. Sejumlah harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) keluar dari hutan itu dan memangsa ternak warga. Keluarnya harimau disebut-sebut karena terganggu oleh pembukaan kebun sawit baru.

Pembukaan kebun sawit oleh salah satu korporasi hampir melindas batas taman nasional gambut itu. ”Hasil pengecekan di lapangan, kami temukan pembukaannya (kebun sawit) ada yang hanya berjarak hanya 20 meter dari batas kawasan (taman nasional),” ujar Kepala Balai Taman Nasional Berbak-Sembilang (TNBS) Pratono Puroso, Senin (27/9/2021).

Editor:
aufrida wismi
Bagikan