logo Kompas.id
NusantaraJangan Lupakan Sampah agar Tak...

Jangan Lupakan Sampah agar Tak Jadi Ancaman

Menumpuk sampah sama seperti menanam bom waktu. Sampah yang disepelekan akan tertumpuk dan menjadi ancaman. Hal itu mendorong Khafidz (31) berpantomim soal sampah dan persoalan bangsa.

Oleh
DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/FpIMZ-vJv4a9KruHH8Qk06aerqA=/1024x683/https://kompas.id/wp-content/uploads/2020/09/20200905IDO_Pantomim_Hafidz2_1599310253.jpg
KOMPAS/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO

Abdul Khafidz, seniman muda dari Institute Tingan Borneo-Theatre, melakukan aksi pantomim selama dua jam di atas tumpukan kulit kelapa kering, di Palangkaraya, Kalteng, Sabtu (5/9/2020). Pantomim itu menggambarkan kondisi masyarakat adat yang tertindas dan tidak merdeka di wilayah adatnya sendiri.

Soekarno pernah berkata, ”Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.” Begitu banyaknya masalah yang dihadapi bangsa ini, mulai dari yang kecil hingga yang paling besar, bertumpuk hingga akhirnya menjadi ancaman.

Kira-kira demikian pesan yang coba digambarkan Abdul Khafidz dari Institute Tingang Borneo-Theatre dalam aksi pantomimnya di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (17/8/2021). Ia membawa bendera Merah Putih di atas tumpukan sampah, mengibarkannya, lalu memberi hormat.

Editor:
Siwi Yunita
Bagikan