logo Kompas.id
NusantaraPandemi di Jatim Melandai dengan Catatan

Pandemi di Jatim Melandai dengan Catatan

Situasi pandemi Covid-19 di Jawa Timur yang terindikasi melandai dapat kembali memburuk dengan cepat jika publik melupakan disiplin protokol kesehatan. Kasus harian masih di atas 3.500 per hari.

Oleh AMBROSIUS HARTO/AGNES SWETTA PANDIA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/AGNES SWETTA PANDIA

Suasana di Jalan Ir Soekarno (MERR) Gunung Anyar, Surabaya,  Minggu (25/7/2021).

SURABAYA, KOMPAS — Situasi pandemi Covid-19 (Coronavirus disease 2019) di Jawa Timur terindikasi melandai jelang berakhirnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 3-4. Namun, dengan catatan, penambahan kasus harian masih tergolong tinggi meskipun menurun.

Secara statistik, situasi pandemi Covid-19 akibat virus korona jenis baru (SARS-CoV-2) dan atau variannya/mutasinya terindikasi melandai. Di Surabaya, menurut Dinas Kesehatan, tingkat keterisian rumah sakit rujukan pasien Covid-19 menurun dari 90 persen ke 80 persen. Meski menurun, persentasenya masih tinggi dan rentan terganggu kembali. Idealnya, keterisian tak melebihi 50 persen. Inilah yang mendorong pemerintah mengadakan rumah sehat atau tempat isolasi bagian pasien tanpa gejala atau ringan di fasilitas tingkat RW atau kelurahan sehingga mengurangi beban keterisian RS rujukan.

Editor: Gesit Ariyanto
Bagikan
Memuat data..