logo Kompas.id
NusantaraAnggaran Tak Cukup, Kota Surabaya Galang Donasi

Anggaran Tak Cukup, Kota Surabaya Galang Donasi

Pandemi Covid-19 menurunkan potensi pendapatan asli daerah yang sebagian dialokasikan untuk penanganan. Penyelenggara negara perlu terobosan dan kreatif menangani wabah dalam situasi keterbatasan dana.

Oleh AMBROSIUS HARTO/AGNES SWETTA PANDIA
· 1 menit baca
Memuat data...
PEMERINTAH KOTA SURABAYA

Suasana pos penggalangan bantuan Surabaya Peduli Bencana di Balai Kota Surabaya. Pos tetap dibuka untuk menampung seluruh bantuan dan donasi karena keterbatasan pendanaan pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19.

SURABAYA, KOMPAS — Pandemi Covid-19 menurunkan pendapatan asli daerah di Kota Surabaya, Jawa Timur, senilai Rp 1,5 triliun. Hal itu mengganggu alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk penanganan pandemi Covid-19. Meski telah menempuh refocusing atau penataan ulang, Pemkot Surabaya masih kekurangan dana sehingga membuka donasi dan pos bantuan.

Sesuai penghitungan, kebutuhan belanja penanganan pandemi Juli-Desember 2021 mencapai Rp 446 miliar. Namun, alokasi dari APBD 2021 setelah refocusing anggaran hanya Rp 200 miliar. Artinya, masih kurang Rp 246 miliar untuk belanja kebutuhan penanganan pandemi Covid-19.

Editor: Gregorius Magnus Finesso
Bagikan
Memuat data..