logo Kompas.id
NusantaraBuntut Rekor Kasus, Sultan HB X Wacanakan "Lockdown" di DI Yogyakarta

Buntut Rekor Kasus, Sultan HB X Wacanakan "Lockdown" di DI Yogyakarta

Pemda DI Yogyakarta mempertimbangkan wacana ”lockdown”, atau karantina wilayah. Wacana ini muncul di saat penambahan kasus harian Covid-19 terus tinggi dan kepatuhan warga pada protokol kesehatan rendah.

Oleh
NINO CITRA ANUGRAHANTO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Sebuah keluarga mendatangi Puskesmas Sleman, Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, untuk mengikuti tes cepat antigen, Kamis (17/6/2021). Warga desa itu menjalani tes massal sebagai bagian pelacakan kemungkinan penyebaran virus Covid-19.

YOGYAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Daerah DI Yogyakarta mempertimbangkan wacana karantina wilayah atau lockdown setelah beberapa hari terakhir terjadi penambahan kasus harian Covid-19 yang tinggi. Pembatasan mobilitas warga diperlukan guna menekan meluasnya penularan di tengah kendurnya penerapan protokol kesehatan.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono mengatakan, wacana karantina wilayah mengemuka seiring dengan tingginya penambahan kasus positif dari hari ke hari. Lonjakan kasus membuat angka keterisian rumah sakit untuk isolasi pasien Covid-19 juga tinggi, yakni sekitar 75 persen.

Editor:
Gregorius Magnus Finesso
Bagikan