logo Kompas.id
NusantaraPerempuan dan Kisah yang Mencatatnya

Perempuan dan Kisah yang Mencatatnya

Mata Hari, perempuan keturunan Jawa yang disebut-sebut mata-mata Jerman-Perancis itu, mati di depan regu tembak. Namun, kisahnya akan terus hidup sesuai bingkai rasa masing-masing.

Oleh
DAHLIA IRAWATI
· 1 menit baca

Tubuh cepat letih, tetapi jiwa selalu bebas dan akan membantu kita lepas, suatu hari nanti, dari lingkaran neraka kesalahpahaman yang terus diulangi setiap generasi. (Paulo Coelho)

Baju putih menjadi alasnya berlutut di hadapan polisi, memohon agar tidak lagi menembaki demonstran. Tangannya terentang, seakan merelakan tubuhnya dicabik-cabik peluru dari senapan yang terhunus tangan pria-pria gagah di depannya. Perempuan itu menjelma pelindung bagi para demonstran di belakang.

Di depannya, dua polisi turut berlutut sambil tangannya dalam posisi menyembah di depan dada. Selama beberapa saat, ”atraksi kemanusiaan” itu menyentak nurani setiap orang.

Editor:
Siwi Yunita
Bagikan