logo Kompas.id
NusantaraJejak Cinta dan Romansa dalam ...

Jejak Cinta dan Romansa dalam Puisi

Puisi tentang cinta sudah berkembang semenjak masa kerajaan. Para pujangga kerajaan atau pengawi, membuat karya sastra bertemakan cinta sebagai penghayatan atas alam semesta.

Oleh
COKORDA YUDISTIRA M PUTRA
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Ndk58sDyMlQa0cUF6OIrGCb6jvs=/1024x579/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F02%2F502ed1e1-d4a8-4c53-9847-bc96bb3035e0_jpg.jpg
KOMPAS/COKORDA YUDISTIRA

Trio dari Kelompok Sekali Pentas mengisi pembukaan Dialog Sastra #69 bertemakan ”Puisi Romansa Lintas Masa” di Bentara Budaya Bali, Gianyar, Sabtu (15/2/2020). Dialog sastra di Bentara Budaya Bali, Gianyar, Sabtu, menampilkan sastrawan I Wayan Westa dan I Gusti Agung Ayu Mas Triadnyani sebagai pembicara yang mengupas perihal cinta dalam proses kreatif penyair.

Karya sastra, khususnya puisi tentang cinta, sudah berkembang semenjak masa kerajaan. Para pujangga kerajaan atau pengawi membuat karya sastra bertemakan cinta sebagai penghayatan atas semesta untuk pencerahan, pujaan bagi junjungan, atau kemuliaan abadi.

Perihal cinta dalam puisi atau karya sastra itu diulas dalam seri Dialog Sastra #69 bertema ”Puisi Romansa Lintas Masa” di Bentara Budaya Bali, Gianyar, Sabtu (15/2/2020). Dua sastrawan, I Wayan Westa dan I Gusti Agung Ayu Mas Triadnyani, mengupas tema ini.

Editor:
Gregorius Magnus Finesso
Bagikan