logo Kompas.id
β€Ί
Di Balik Beritaβ€ΊWaktu-waktu "Ajaib" Pentas...
Iklan

Waktu-waktu "Ajaib" Pentas Komunitas Lima Gunung

Pentas pukul 05.00 pagi di puncak bukit ketika sebagian orang masih terlelap, pertunjukan di bawah guyuran hujan deras saat penonton bubar, adalah sebagian keunikan yang dijumpai saat meliput Komunitas Lima Gunung.

Oleh
Regina Rukmorini
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/ssRVi9DiPROZ9Uz7bSLHW50JkcM=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F10%2F20150223ED10.JPG-OK_1603528525.jpg
KOMPAS/EDDY HASBY

Kelompok penari topeng ireng Tongkat Pundoko tampil di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (1/2/2015).

Sebuah pertunjukan atau perhelatan seni, biasanya dirancang dan dipersiapkan dengan baik demi menarik animo dan perhatian penonton. Kalau bisa mendatangkan khalayak dalam jumlah besar.

Namun, tidak demikian dengan para seniman yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung (KLG). Mereka tidak memedulikan aspek itu saat hendak menggelar pertunjukan. Itulah yang akhirnya memunculkan banyak cerita unik, lucu, dan seru, saat meliput pentas-pentas mereka, termasuk ajang rutin tahunan Festival Lima Gunung (FLG).

Editor:
Sri Rejeki
Bagikan