logo Kompas.id
Artikel OpiniTitik Awal atau Titik Henti...

Titik Awal atau Titik Henti Perguruan Tinggi

Disrupsi pandemi membuka peluang untuk menyadari celah pendidikan tinggi yang dapat diselesaikan dengan teknologi. Namun, jika tidak segera menemukan nyawa barunya, perguruan tinggi barangkali tiba pada titik henti.

Oleh
ELISABETH RUKMINI
· 1 menit baca
HERYUNANTO

Konvergensi, kata kunci utama cepatnya inovasi mendatang. Deret kecepatan perkembangan teknologi dalam suatu bidang berakselerasi bersama teknologi lain yang awalnya tidak berhubungan. Diamandis dan Kotler (The Future is Faster than You Think, 2020) menyebutkan ”the 6 Ds of exponentials technologies: Digitalization, Deception, Disruption, Demonetization, Dematerialization and Democratisation”. Dalam pendidikan, kita merindukan edukasi bagi kebutuhan pembelajar yang heterogen. Melalui teknologi digital, mesin belajar, kepandaian artifisial; personalisasi pendidikan dapat berkonvergensi.

Merujuk Paulo Freire, pendidikan sejatinya perlu membebaskan pembelajar untuk kritis dan kreatif. Kritik Freire terhadap pendidikan masih relevan, terutama pada konsep banking education. Konsep ini menjauhkan daya mencipta. Guru dan pembelajar berelasi dalam terminologi mengumpulkan, memberikan informasi, memenuhi tugas, kemudian melakukan daftar pekerjaan dalam industri massal.

Editor:
YOVITA ARIKA
Bagikan