logo Kompas.id
Artikel OpiniPergolakan Cuaca dan Iklim...

Pergolakan Cuaca dan Iklim yang Berkesinambungan

Pergolakan cuaca dan iklim di Indonesia dipicu kegiatan yang meningkat di permukaan matahari dan perubahan permukaan bumi akibat ulah manusia dan bencana alam.

Oleh
PAULUS AGUS WINARSO
· 1 menit baca
HERYUNANTO

Cuaca dan iklim bumi terus bergolak dan menunjukkan penyimpangan terhadap rerata atau kondisi normal suatu periode waktu iklim. Situasi dan perkembangan cuaca dan iklim yang menyimpang atau berpola tidak beraturan (cuaca dan iklim yang rancu) ini terjadi seiring bergaungnya isu pemanasan dan perubahan iklim global sekitar akhir abad ke-20. Sekitar satu hingga dua dekade akhir abad ke-20 diwarnai giatnya gejala alam El Nino yang berdampak serius di seluruh penjuru muka bumi pada 1982/1983.

Situasi dan perkembangan cuaca dan iklim sebelumnya boleh disebut kondusif, juga saat giat gejala El Nino terkuat pertama dengan simpangan suhu muka laut di atas normal di kawasan perairan ekuator bagian timur Samudra Pasifik. Tonggak gejala El Nino terkuat pertama dalam sejarah ini masih belum mengganggu kegiatan swasembada pangan nasional kala jelang akhir abad ke-20 hingga di tahun 1990. Pemerintah Indonesia berhasil dengan upaya swasembada pangan, didukung situasi dan kondisi yang kondusif bagi kegiatan pertanian walau diguncang dan diganggu El Nino tahun 1982/1983 dan tahun 1987/1988.

Editor:
YOVITA ARIKA
Bagikan