Memuat data...

Kini yang sangat urgen ialah penciptaan tata kelola pemerintahan yang baik, penegakan keadilan ekonomi dan sosial, rekonsolidasi demokrasi, akselerasi pemberantasan korupsi, serta penegakan hukum yang adil.

Memuat data...

Rakyat tak boleh menyerah dengan kandidat yang disodorkan parpol saja. Perlu berpartisipasi aktif sehingga Pilpres 2024 menghasilkan pimpinan nasional yang mempunyai kompetensi merasakan dan menjiwai keprihatinan rakyat.

Memuat data...

Peringatan Hari Lahir Pancasila semestinya tak berhenti sekadar menangkap abunya, tetapi harus bisa menggali apinya. Menghayati visi dan misi negara berdasar Pancasila dan menjadikan Pancasila sebagai ”ideologi kerja".

Memuat data...

Bagaimana sikap Presiden Jokowi terhadap keputusan pemberhentian 51 pegawai KPK? Apakah menganggapnya insubordinasi atau tidak? Keputusan pimpinan KPK jelas mencerminkan sikap tak peduli atas oposisi publik.

Memuat data...

Mereka boleh berdusta sekali waktu bagi sebagian orang, tetapi tak bisa sepanjang waktu bagi semua orang. Akan selalu ada arus balik gelombang pasang karena tidak semua orang mau bersekutu dengan kejahatan.

Memuat data...

Sejarah dapat kehilangan kebijakan ketika penguasa sengaja atau lalai membuat kekeliruan atau kesesatan (”fallacies”) dalam periwayatan sejarah.

Memuat data...

Puasa menanamkan kejujuran untuk berani berkata benar kepada orang lain dengan keteguhan integritas untuk berani berkata benar kepada nurani sendiri. Kukuh menjalankan kebenaran dan kebaikan dengan sikap ihsan.

Memuat data...

Dunia berubah. Selama ini aspirasi publik dikelola partai politik. Namun, revolusi digital seperti membajak peran partai politik dan wakil rakyat.

Memuat data...

Masih meruyaknya kelompok dan sel terorisme boleh jadi agak mengherankan. Alasannya sederhana: banyak perkembangan tidak lagi terlalu kondusif sebagai sumber ekstremisme, radikalisme, dan terorisme.

Memuat data...

Memasuki babak terkini kisah demokrasi reformasi, aktor-aktor politik dengan nama besar mulai surut dari gelanggang, memberi peluang bagi aktor-aktor biasa untuk mengisi pentas. Inilah era manusia semenjana.