Ujian seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil dimulai di Medan, Sumatera Utara, Senin (27/1/2020). Peserta ujian diminta menolak semua pihak yang meminta uang dengan iming-iming bisa membantu kelulusan.
Oleh
NIKSON SINAGA
·3 menit baca
KOMPAS/NIKSON SINAGA
Peserta mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil dengan sistem computer assisted test (CAT) di kantor Badan Kepegawaian Negera Regional VI Medan, Sumatera Utara, Senin (27/1/2020). BKN mengingatkan agar peserta tidak mau tertipu kepada pihak yang meminta uang untuk membantu kelulusan. Semua tahapan penilaian dilakukan secara transparan dari dimulainya ujian sampai pengumuman.
MEDAN, KOMPAS – Ujian seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil dimulai di Medan, Sumatera Utara, Senin (27/1/2020). Peserta ujian diminta menolak semua pihak yang meminta uang dengan iming-iming bisa membantu kelulusan. Oknum penipu diduga masih beraksi meski sebenarnya tidak ada celah untuk mempengaruhi hasil ujian atau membantu kelulusan.
“Ujian seleksi CPNS dilakukan transparan, jujur, dan objektif. Nilainya bisa dilihat sejak ujian dimulai, selesai ujian, hingga pengumuman. Siapa pun tidak bisa mengubah atau mempengaruhi hasil ujian itu,” kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan English Nainggolan saat memantau pelaksanaan ujian di Medan.
English mengatakan, sampai sekarang masih banyak orang-orang di Sumut yang mengaku bisa membantu kelulusan ujian seleksi CPNS. Modusnya, meminta uang kepada peserta ujian dan berjanji akan mengembalikan uang jika tidak lulus. Padahal, mereka sebenarnya tidak bisa memengaruhi hasil ujian sedikitpun.
“Jika peserta lulus ia akan mengambil semua uangnya. Jika tidak lulus uang akan dikembalikan dan sebagian disebut sebagai biaya administrasi,” kata English.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan English Nainggolan memantau ujian seleksi calon pegawai negeri sipil dengan sistem computer assisted test (CAT) di Medan, Sumatera Utara, Senin (27/1/2020).
English mengatakan, dengan sistem computer assisted test (CAT) tidak ada celah bagi siapa pun untuk mengubah hasil ujian. Hasil ujian ditayangkan di layar komputer yang dibuat di luar ruang ujian dan bisa disaksikan oleh siapa pun. Setelah peserta selesai ujian, hasilnya akan langsung dicetak dan ditempel di papan pengumuman.
“Peserta bisa melihat nilainya dan nilai peserta lainnya. Hasil ini akan sama sampai pengumuman,” kata English.
Menurut English, setelah beberapa tahun menggunakan sistem CAT, instansi pemerintahan daerah maupun pusat sudah mengakui peningkatan kualitas sumber daya manusia PNS secara signifikan. Ia pun mengingatkan, jika ada pegawai BKN yang melakukan penipuan akan langsung dipecat.
English mengatakan, ada 140.049 peserta ujian yang melamar untuk mengisi 4.481 formasi di instansi pemerintah kabupaten, kota dan provinsi di Sumatera Utara. Selain itu, sebanyak 24 kementerian dan lembaga juga mengadakan ujian di Sumut. Ujian seleksi CPNS hari pertama di BKN Medan diikuti pelamar Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian ATR/BPN Dalu Agung Darmawan mengatakan, ujian seleksi digelar di beberapa daerah, salah satunya di Medan. Peserta ujian yang melamar untuk 727 formasi di BPN mencapai 11.810 orang. “Pelamar tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Dalu mengatakan, mereka juga fokus mengantisipasi agar tidak ada lagi peserta yang tertipu dengan iming-iming bisa dibantu kelulusannya. Mereka pun intensif menyosialisasikan kepada peserta agar jangan mau memberikan uang kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan.
Kami fokus mengantisipasi agar tidak ada lagi peserta yang tertipu dengan iming-iming bisa dibantu kelulusannya (Dalu Agung Darmawan)
KOMPAS/NIKSON SINAGA
Pendamping peserta ujian seleksi calon pegawai negeri sipil mengamati hasil nilai peserta ujian di ruang tunggu di kantor Badan Kepegawaian Negera Regional VI Medan, Sumatera Utara, Senin (27/1/2020).
Nur Baiti (50), orangtua peserta ujian, mengatakan, ia masih mendapat informasi dari teman-temannya yang menyebut ada orang yang bisa membantu kelulusan. “Namun, saya tidak percaya karena ujian sekarang sudah transparan. Nilai ujian bisa dilihat bahkan saat peserta masih berada di kelas,” katanya.
Baiti pun duduk di ruang tunggu di Aula BKN Medan. Di ruangan itu, para pendamping peserta tampak mengamati nilai dan peringkat peserta ujian melalui layar. Hasil ujian pun terus diperbarui sejak peserta mulai ujian sampai selesai. “Saya memantau terus perkembangan nilai anak saya, tetapi saya jadi deg-degan terus melihat nilainya,” kata Baiti.
Ernita M Sitio (22), peserta ujian, mengatakan, dengan sistem seleksi yang transparan, jujur, dan objektif, ia percaya diri mengerjakan ujian dengan kemampuannya sendiri. Ia pun mempersiapkan diri dengan belajar mengerjakan soal selama beberapa bulan belakangan.