logo Kompas.id
UtamaMenentang Patriarki
Iklan

Menentang Patriarki

Seni kontemporer bernada konseptual sering memunculkan kehebohan lebih besar ketimbang hasil yang dicapai. Pesannya kerap tidak sampai atau justru terlalu gamblang. Namun pameran bertajuk ”Maladjustment” mencengangkan.

Oleh
JEAN COUTEAU
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/0WHgADE9pN2kT4N9WAzxIacDTHw=/1024x1427/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F11%2F20191116-ILUSTRASI-UDAR_web_84987307_1573915076.jpg

Namun, beberapa hari lalu, ketika mengunjungi Museum Neka, di Ubud, Bali, saya menghadiri pameran seni konseptual bertajuk ”Maladjustment” yang mencengangkan. Pameran ini berlangsung sampai 24 November 2019, menyandingkan tiga karya kreasi, tiga seniwati yang berbeda.

Pemrakarsa pameran ini adalah Arahmaiani, seorang seniwati ’performance’ Indonesia terkemuka. Karya I GAK Murniasih (almarhumah) dan Mary Lou Pavlovic, perupa Australia, turut dipamerkan dalam acara ini.

Editor:
Bagikan