logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊRUU Keamanan Siber Jangan...
Iklan

RUU Keamanan Siber Jangan Tumpang-tindih dengan Regulasi Lain

Rancangan pasal-pasal dalam draf RUU Keamanan dan Ketahanan Siber diharapkan tidak tumpang-tindih dengan regulasi lain, seperti UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan RUU Perlindungan Data Pribadi. Jika pasal-pasal tersebut timpang-tindih, bisa timbul ketidakpastian hukum kepada masyarakat.

Oleh
DHANANG DAVID ARITONANG
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/jtF2z5vEZsGt10-YYRUX59wfRuY=/1024x682/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F08%2Fkompas_tark_11059343_1_0.jpeg
KOMPAS/SRI REJEKI

Suasana di TrendLabs, Manila, Filipina, laboratorium yang menangani teknis, riset, dan pengembangan dari Trend Micro, perusahaan yang bergerak di bidang keamanan internet dan komputasi awan. Tren ke depan, pengamanan tidak lagi sebatas di perangkat digital kita, melainkan dilakukan langsung di internet sebelum ancaman, seperti perangkat halus yang berbahaya (malicious software) sampai di perangkat kita.

JAKARTA, KOMPAS β€” Rancangan pasal-pasal dalam draf RUU Keamanan dan Ketahanan Siber diharapkan tidak tumpang-tindih dengan regulasi lain, seperti UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan RUU Perlindungan Data Pribadi. Jika pasal-pasal tersebut timpang-tindih, bisa timbul ketidakpastian hukum kepada masyarakat.

Deputi Direktur Riset Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) Wahyudi Djafar mengatakan, RUU Keamanan dan Ketahanan siber sebaiknya tidak perlu mengatur pasal pidana terkait kejahatan siber. Sebab, pasal-pasal tersebut sudah diatur dalam UU ITE.

Editor:
Bagikan