logo Kompas.id
β€Ί
Sastraβ€ΊLelaki Aneh di Perpustakaan
Iklan

Lelaki Aneh di Perpustakaan

Aku mengamati lelaki itu dengan saksama sambil berpikir sebenarnya lelucon apa yang sedang ia lakukan. Aku menerka-nerka. Bisa saja ia sengaja melakukannya untuk sebuah eksperimen sosial.

Oleh
Rosyid H Dimas
Β· 1 menit baca
-
PUTU WIRANTAWAN

-

Di sinilah aku, di dalam sebuah ruangan di lantai 2 perpustakaan kota yang pengunjungnya tidak lebih dari 30 orang perhari. Ini masih menjadi misteri besar, mengapa perpustakaan selalu sepi dan tidak lebih ramai dari warung kopi meskipun fasilitasnya terhitung lengkap: tempat yang nyaman, internet yang cepat, dan kadang-kadang kantin di lantai pertama.

Ya, kuakui, beberapa perpustakaan memang ada yang tidak memiliki fasilitas semacam itu kecuali hanya berupa tempat tak terurus yang berisi buku-buku lama dan seadanya. Atau mungkin tidak beberapa, tapi beberapa, beberapa, beberapa, dan beberapa yang banyak sekali. Jika sudah begini, siapa yang layak bertanggungjawab? Pemerintah yang hanya setengah-setengah dalam mengurusi persoalan literasi? Mungkin. Pejabat yang mengorupsi dana anggaran? Mungkin. Atau kita sendiri yang cenderung pasif karena terlalu naif dan berharap lebih kepada negara? Mungkin. Tapi, tetap saja itu tidak bisa menjawab misteri mengapa perpustakaan selalu sepi.

Editor:
MOHAMMAD HILMI FAIQ
Bagikan