logo Kompas.id
β€Ί
Risetβ€ΊTantangan Piala Dunia Qatar...
Iklan

Tantangan Piala Dunia Qatar dalam Menekan Emisi Karbon

Kesuksesan Piala Dunia Qatar 2022 tidak sebatas diukur dari kemegahan turnamen semata, tetapi juga bagaimana tuan rumah dan FIFA mampu menjamin pembatasan emisi karbon demi kelestarian lingkungan.

Oleh
Yoesep budianto
Β· 0 menit baca
Logo Piala Dunia 2022 Qatar ditampilkan pada upacara pembukaan di Stadion Al Bayt di Al Khor, Qatar (20/11/2022). Kemeriahan pembukaan Piala Dunia 2022 yang gegap gempita dan penuh energi cahaya tidak luput dari risiko emisi karbon.
AP/ HASSAN AMMAR

Logo Piala Dunia 2022 Qatar ditampilkan pada upacara pembukaan di Stadion Al Bayt di Al Khor, Qatar (20/11/2022). Kemeriahan pembukaan Piala Dunia 2022 yang gegap gempita dan penuh energi cahaya tidak luput dari risiko emisi karbon.

Penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar diperkirakan menghasilkan 3,63 juta ton karbon dioksida ekuivalen selama satu bulan turnamen. Tiga sektor utama penyumbang emisi karbon ialah perjalanan, infrastruktur, dan akomodasi. Sejumlah langkah perlu diambil pihak penyelenggara agar pelaksanaannya selaras dengan agenda global menahan krisis iklim.

Persoalan krisis iklim memang tidak akan pernah selesai dibahas hingga sistem pengelolaan emisi karbon mencapai kondisi karbon netral. Setiap kegiatan yang dilakukan manusia dapat dipastikan menghasilkan karbon, salah satunya aktivitas olahraga.

Editor:
ANDREAS YOGA PRASETYO
Bagikan