logo Kompas.id
β€Ί
Risetβ€ΊAncaman Krisis Iklim terhadap ...
Iklan

Ancaman Krisis Iklim terhadap Keberagaman Tanaman Obat Indonesia

Ragam spesies tanaman obat di Indonesia diprediksi terus menurun hingga beberapa dekade mendatang. Tiga kawasan yang mengalami kehilangan besar spesies tumbuhan tersebut ialah Papua, Jawa, dan Sulawesi.

Oleh
Yoesep budianto
Β· 1 menit baca
Sengkubung (<i>Macaranga gigantea</i>), tanaman obat di Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi, Sabtu (2/7/2022). Hasil uji famakologi menunjukkan tanaman mengandung flavonoid, saponin, polifenol, dan antraquinon yang sangat baik untuk kesehatan.
IRMA TAMBUNAN

Sengkubung (Macaranga gigantea), tanaman obat di Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi, Sabtu (2/7/2022). Hasil uji famakologi menunjukkan tanaman mengandung flavonoid, saponin, polifenol, dan antraquinon yang sangat baik untuk kesehatan.

Sebagai kawasan dengan tingkat biodiversitas yang tinggi, Indonesia memiliki ribuan spesies tanaman obat. Sayangnya, keberagaman tersebut terancam krisis iklim. Diperkirakan separuh dari spesies tumbuhan obat akan hilang hingga beberapa dekade ke depan.

Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati (biodiversitas) yang menyumbang sedikitnya 10 persen keberagaman tumbuhan global. Di wilayah Asia, Indonesia menyumbang 30-40 persen keberagaman tumbuhan. Berdasarkan laporan Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan 2015-2020 yang disusun Bappenas, keberagaman tumbuhan di Indonesia mencapai lebih dari 100.000 jenis. Tumbuhan berspora mendominasi sekitar 83 persen dari total keberagaman jenis tumbuhan.

Editor:
BUDIAWAN SIDIK ARIFIANTO
Bagikan