logo Kompas.id
RisetSurvei Litbang "Kompas" :...

Survei Litbang "Kompas" : Gejala Pilihan Terpisah Pemilih Partai Politik

Pemilu serentak membuka peluang terjadinya pilihan yang terpisah dari pemilih (”split voting”). Hal ini terutama terjadi ketika pemilih dihadapkan pada dua pilihan yang bersamaan, yakni memilih partai dan presiden.

Oleh
YOHAN WAHYU
· 1 menit baca
Suasana simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Selasa (22/3/2022).
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Suasana simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Gejala kecenderungan pilihan yang terpisah atau terbagi antara partai politik dan presiden ini tampak dari hasil survei Litbang Kompas periode Juni 2022. Hal ini merujuk pada semakin menurunnya tingkat loyalitas pilihan terhadap partai politik dibandingkan dengan survei Januari 2022. Partai-partai yang berbasis pada ketokohan dan karakter ideologi yang kuat cenderung memiliki loyalitas pemilih yang juga besar.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi tiga partai yang masuk dalam kategori partai berbasis ketokohan dan ideologi yang cukup kuat tersebut. Rata-rata tingkat loyalitas dari responden pemilih ketiga partai ini berada di atas 70 persen.

Editor:
ANTONIUS PONCO ANGGORO
Bagikan