logo Kompas.id
RisetAroma Persaingan Menemukan Vaksin Covid-19

Aroma Persaingan Menemukan Vaksin Covid-19

Di balik konflik penutupan konsulat China di Texas, Amerika Serikat, muncul aroma persaingan penemuan vaksin Covid-19.

Oleh
Andreas Yoga Prasetyo
· 1 menit baca

Penelitian vaksin Covid-19 menjadi titik simpul ketegangan China-AS dalam konflik penutupan konsulat China di Texas. Di balik kebutuhan dunia untuk menekan penularan virus korona dan unjuk kekuatan militer China-AS, nilai bisnis dari penjualan vaksin nantinya mengungkap alasan perseteruan dua negara besar ini.

Betapa tidak, saat ini seluruh dunia menderita dan sengsara karena ganasnya virus korona. Data Worldometers mencatat hingga 27 Juli 2020, paling tidak terdapat  16,4 juta kasus Covid-19 dan korban meninggal sudah 653.000 orang. AS menjadi negara yang terdampak dengan 4,3 juta kasus positif dan 149.000 lebih kematian, menjadikan  negara adidaya ini juga urutan pertama penderita Covid-19.

Saat ini, sejumlah negara berpacu kencang menemukan vaksin untuk mengatasi, atau paling tidak meringankan gejala akibat Covid-19. Negara mana pun yang pertama menemukan vaksin yang teruji klinis dan diakui manjur oleh lembaga kesehatan mendapat peluang untuk meraih pendapatan besar dari hak paten yang dikuasai.

Editor:
totosuryaningtyas
Bagikan