logo Kompas.id
β€Ί
Politik & Hukumβ€ΊPenentuan Capres-Cawapres Uji ...
Iklan

Penentuan Capres-Cawapres Uji Soliditas KIB

Setiap parpol anggota Koalisi Indonesia Bersatu punya bakal capres sendiri. Soliditas ketiga parpol koalisi itu pun akan sangat bergantung pada siapa capres-cawapres yang nantinya akan diusung.

Oleh
IQBAL BASYARI
Β· 1 menit baca
Ketua DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Timur Melkiades Laka Lena (kedua dari kiri) memberikan paparan saat diskusi bertajuk "Peta Koalisi Pasca Kelahiran KIB" yang diselenggarakan Lembaga Komunikasi dan Informasi Partai Golkar di Jakarta, Jumat (15/7/2022).
KOMPAS/IQBAL BASYARI

Ketua DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Timur Melkiades Laka Lena (kedua dari kiri) memberikan paparan saat diskusi bertajuk "Peta Koalisi Pasca Kelahiran KIB" yang diselenggarakan Lembaga Komunikasi dan Informasi Partai Golkar di Jakarta, Jumat (15/7/2022).

JAKARTA, KOMPAS β€” Penentuan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan didukung oleh Koalisi Indonesia Bersatu akan menjadi ujian soliditas koalisi yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan tersebut. Mitigasi dalam memilih mekanisme penentuan capres-cawapres mutlak diperlukan agar koalisi tidak layu sebelum berkembang.

Mitigasi semakin urgen diperlukan karena beberapa partai politik (parpol) di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) telah memunculkan beberapa nama tokoh yang akan didukung sebagai calon presiden. Setelah Partai Golkar menetapkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai capres, internal Partai Amanat Nasional juga telah memunculkan tiga nama capres usulan dari daerah. Ketiganya adalah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.

Editor:
ANITA YOSSIHARA
Bagikan