logo Kompas.id
Politik & HukumBenahi Komunikasi Publik untuk...

Benahi Komunikasi Publik untuk Atasi Pandemi

Modal sosial berupa keyakinan dan solidaritas publik harus dimanfaatkan dalam mengatasi pandemi Covid-19. Komunikasi publik oleh pemerintah perlu dioptimalkan dan dibenahi untuk menjaga modal sosial tersebut.

Oleh
Tim Kompas
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/YlZugkOmGAIE9IP8-HrbXBElfUs=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F03%2F637612c6-0eb1-443c-af83-5da70f504201_jpg.jpg
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan bahwa dua warga Indonesia positif terinfeksi virus korona jenis baru (Covid-19) di Veranda Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3/2020). Dua orang ini tertular dari warga negara Jepang yang menemui mereka di Depok, Jawa Barat. Ini merupakan kasus pertama warga Indonesia positif korona di wilayah Indonesia. Kedua orang ini juga sudah dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso.

JAKARTA, KOMPAS — Berbagai langkah yang diambil pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19 selama satu setengah tahun belum sepenuhnya mampu membawa Indonesia keluar dari krisis yang diakibatkan penyakit itu. Namun, publik masih punya keyakinan pemerintah akan mampu mengatasi pandemi. Keyakinan itu merupakan modal sosial yang bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan Covid-19.

Hasil survei Litbang Kompas pada Juli ini menunjukkan, sebanyak 60,7 persen responden meyakini pemerintah akan mampu mengatasi pandemi. Hanya 36,4 persen responden yang tak yakin pemerintah akan berhasil mengendalikan Covid-19. Dilihat dari perjalanan penilaian publik setahun terakhir, tren angka keyakinan tersebut cenderung landai-turun.

Editor:
Anita Yossihara
Bagikan