logo Kompas.id
OpiniBukan ”Alea Iacta Est”
Iklan

Bukan ”Alea Iacta Est”

Memilih pemimpin yang hanya mampu menghasut rakyat, menyebar kebencian, palsu dan munafik, serta berperilaku tidak sesuai dengan kata-katanya akan menuntun rakyat menuju jalan sesat.

Oleh
J Kristiadi
· 1 menit baca
J Kristiadi
KUM

J Kristiadi

Alkisah, sekitar tahun 39 sebelum Masehi, Julius Caesar memenangi perang kolosal melawan suku Galea. Kemenangan membuat popularitasnya meningkat. Kejayaan gemilang mendorongnya berniat menaklukkan wilayah Italia yang dipisahkan Sungai Rubicon. Senat khawatir, kalau ia semakin berjaya, popularitasnya mengancam Senat. Senat lalu memerintahkan Julius Caesar kembali ke Roma tanpa membawa pasukannya yang amat setia kepadanya.

Julius Caesar menghadapi pilihan politik dilematis. Pulang ke Roma akan diadili karena perang melawan suku Galea tidak seizin Senat. Jika nekat melanjutkan ambisi teritorialnya, ia harus menyeberang Sungai Rubicon yang berarti membangkang perintah Senat.

Editor:
ANTONY LEE
Bagikan