logo Kompas.id
OpiniIntel Kelas ”Tas Kresek”
Iklan

Intel Kelas ”Tas Kresek”

Pada 400 tahun lalu, Sir Henry Wotton, diplomat Inggris, sudah bilang, ”An ambassador/diplomat is a gentleman sent to lie abroad for the good of his country.” Kalau Gilchalan diplomat, kenapa dibiarkan masuk penjara?

Oleh
DIAN WIRENGJURIT
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/YyGb0elsxUR2pvT3kVQKQkjVYtU=/1024x562/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2F20211222-Ilustrasi-Intel-Kelas-Tas-Kresek_1640271139.jpg
Kompas

Didie SW

Selama enam hari berturut-turut (9-14 Desember 2021), harian Kompas secara khusus memberitakan kisah ”intel” Iran, Ghassem Saberi Gilchalan.

Jawaban dari staf Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta yang menyatakan ”memiliki kewajiban melindungi privasi warga negaranya dan sesuai peraturan Iran dan beragam konvensi internasional…, hanya membela hak-hak warga negaranya di luar negeri”, merupakan jawaban standar diplomatik. Hal itu akan dilakukan semua kedubes di mana pun, termasuk Indonesia, jika ada warga negaranya yang ditangkap atas tuduhan mata-mata.

Editor:
Sri Hartati Samhadi, Yohanes Krisnawan
Bagikan