logo Kompas.id
OpiniPerempuan di Sarang Penyamun

Perempuan di Sarang Penyamun

Predator-predator seks itu sejak dahulu tidak berada di jalanan yang liar, tetapi justru bersarang di tempat-tempat suci, bahkan merasuki rumah-rumah Tuhan.

Oleh
Putu Fajar Arcana
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/VEb4jN0NSW2namTseYHTSg1ybII=/1024x1167/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F08%2FCAN_1565170607-e1583251049886.jpg
Kompas

Putu Fajar Arcana, wartawan senior ”Kompas”

Bukan karena lagu ”Imajinasi Senja” yang kutulis syairnya dan dinyanyikan Alien Child yang menuntunku hadir dalam gala premier film Yuni, 6 Desember 2021. Namun, lebih karena film ini telah memenangi beberapa penghargaan bergengsi di tingkat internasional, di antaranya Platform Prize dari Toronto Film Festival 2021 dan Snow Leopard untuk Aktris Terbaik dalam Asian World Film Festival 2021. Selain itu, Yuni juga akan mewakili Indonesia dalam perhelatan bergengsi Academy Awards ke-94 untuk berkompetisi dalam kategori Best International Feature Film.

Deretan prestasi itu bisa ditambah lagi dengan raihan Pemeran Utama Perempuan Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2021 serta Silver Hanoman dalam gelaran Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Yuni bahkan memperoleh 14 nominasi dalam FFI 2021. Kupikir, semua prestasi itu sesuatu yang mentereng dan keren. Sebab itulah aku memenuhi undangan Kamila Andini selaku sutradara film Yuni. Tak disangka, saat menelusur lorong menuju gedung bioskop di Epicentrum XXI Jakarta, aku bertemu sutradara kawakan Garin Nugroho, yang tak lain adalah ayah Kamila. 

Editor:
sariefebriane
Bagikan