logo Kompas.id
Opini”Mencari Kebahagiaan” Kampus...

”Mencari Kebahagiaan” Kampus (Merdeka)

Terbitnya Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 telah menimbulkan diskursus yang kontraproduktif belaka. Saatnya mendorong Kampus Merdeka mengejar tuntutan dan tantangan global.

Oleh
JC TUKIMAN TARUNA
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/Smh025AAfX6vObcCo0Ms6MuLlpE=/1024x632/https://kompas.id/wp-content/uploads/2021/12/20211292-Ilustrasi-Mencari-Kebahagiaan%E2%80%9D-Kampus-Merdeka_1638457224.jpg
Kompas

Didie SW

Meminjam judul buku filsuf Al-Farabi (257 H-337 H), Tahsil as-Saadah (Mencari Kebahagiaan), diskursus seputar Peraturan Mendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual atau PPKS kiranya akan menemukan pencerahan. Sepanjang hidupnya, Al-Farabi memusatkan perhatiannya pada logika dan mendalami tata bahasa sejumlah bahasa.

Setelah beberapa kali berpindah tempat tinggal, Al-Farabi kemudian menetap di Baghdad selama 30 tahun seraya menekuni waktunya untuk belajar, menulis, dan mengajar. Tidak berhenti di situ, Al-Farabi berpindah ke Damsyik, termasuk ikut dalam pertempuran merebut kota itu, sampai wafatnya pada usia 80 tahun.

Editor:
yovitaarika
Bagikan