logo Kompas.id
OpiniTanpa Wajah
Iklan

Tanpa Wajah

Menonton ”Waktu Tanpa Buku” membuat kita ingin masa kelam kemanusiaan berakhir di mana pun.

Oleh
Linda Christanty
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/QUAO2jaFAzbhNygor_o8OdOpC6Q=/1024x1016/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F08%2FLinda-Christanty_91136351_1597420109.jpg
ARSIP PRIBADI

Linda Christanty

Faux Pas, film berdurasi 12 menit itu, tidak menampakkan wajah-wajah pemerannya, kecuali kaki-kaki mereka. Di salah satu ruangan Bibliothèque Nationale du Royaume du Maroc, saya tertegun menatap layar.

Suatu malam, di film ini, sepasang kaki laki-laki berjalan sempoyongan hingga tiba di muka pintu apartemennya. Setelah pintu dibuka, kaki-kaki melangkah ke sofa, perlahan melepas sepatu. Tiba-tiba pintu diketuk. Telepon berdering. Air keran menetes-netes. Kaki-kaki telanjang berjingkat-jingkat ke tumpukan buku, lalu bergerak ke perapian. Buku-buku dibakar. Di bangunan apartemen yang sama, sepasang kaki perempuan terseret-seret di antara kaki-kaki lelaki, para polisi rahasia.

Editor:
budisuwarna
Bagikan