logo Kompas.id
OpiniKolomAnosmia Penanda Covid-19 Ringan

Anosmia Penanda Covid-19 Ringan

Hilangnya kemampuan membaui alias anosmia sering dikeluhkan penderita Covid-19. Namun, sebetulnya itu ”berkah”. Anosmia dikaitkan dengan gejala dan perjalanan penyakit lebih ringan serta tingkat kematian lebih rendah.

Oleh ATIKA WALUJANI MOEDJIONO
· 1 menit baca
Memuat data...
DRAWING/ILHAM KHOIRI

Atika Walujani Moedjiono, wartawan ”Kompas”

Anosmia atau hilangnya sementara kemampuan menghidu menjadi salah satu gejala Covid-19 yang paling umum. Hal ini dinyatakan Organisasi Kesehatan Dunia pada Mei 2020. Disfungsi indra penciuman diperkirakan dialami 40 persen pasien Covid-19 rawat jalan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebanyakan orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 akan mengalami gangguan pernapasan. Sekitar 80 persen bisa sembuh tanpa perawatan khusus, 15 persen sakit parah sehingga perlu dirawat di rumah sakit dan membutuhkan oksigen. Sisanya kritis dan membutuhkan perawatan intensif. Gejala berat umumnya dialami orang lanjut usia atau memiliki masalah kesehatan, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit pernapasan kronis, dan kanker.

Editor: Ichwan Susanto
Bagikan
Memuat data..