logo Kompas.id
OpiniGejolak Ekonomi di Tikungan...

Gejolak Ekonomi di Tikungan Kedua Pandemi

Dalam situasi darurat (kesehatan, ekonomi, dan sosial), hanya pemerintah yang bisa dijadikan tumpuan. Seluruh pihak berharap relasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dapat berlangsung selaras.

Oleh
AHMAD ERANI YUSTIKA
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/uhkdY5w25LC6A_Fhwvg7ExgjE0U=/1024x791/https://kompas.id/wp-content/uploads/2021/07/20210728-Ilustrasi-Gejolak-Ekonomi-di-Tikungan-Kedua-Pandemi_1627487365.jpg
DIDIE SW

Didie SW

Pengendalian wabah Covid-19 di Indonesia sempat seperti telah berada di genggaman tangan. Sampai pertengahan Mei 2021 jumlah warga yang terpapar turun di bawah 5.000 orang per hari.

Vaksin yang disuntikkan ke penduduk juga terus meningkat dari hari ke hari. Tempat isolasi mandiri yang disediakan pemerintah mulai lapang: tak penuh penghuninya. Ruang isolasi rumah sakit (RS) sebagian kosong. Jumlah warga baru yang terpapar virus lebih rendah dari pasien yang sembuh. Ini membuat prospek kehidupan menjadi merekah.

Editor:
Sri Hartati Samhadi, yohaneskrisnawan
Bagikan