logo Kompas.id
OpiniAnalisis PolitikKuasa Solidaritas, Merajut Identitas

Kuasa Solidaritas, Merajut Identitas

Karena tak disertai niat politik yang kuat, semua gagasan sehat dan rasional lenyap diterpa kepentingan kekuasaan dalam menangani Covid-19. Di sini, dibutuhkan kepaduan semua komponen bangsa merajut keragaman.

Oleh J Kristiadi
· 1 menit baca
Memuat data...
KUM

J Kristiadi

Sesanti Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati bukan sekadar rangkaian kosakata mati. Semangat membangun negara kesatuan dalam masyarakat yang sangat beragam tetap menyala sejak kemerdekaan RI hingga kini. Bahkan, gelombang kedua tsunami pandemi Covid-19 menerjang Ibu Pertiwi dan merenggut nyawa puluhan ribu warga, kobaran api spirit saling merasakan derita sesama semakin menjadi-jadi.

Hampir setiap hari kabar menggembirakan semarak tersebar di sejumlah media arus utama dan media sosial yang menarasikan masyarakat saling bahu-membahu meringankan beban para penderita Covid-19. Semangat gerakan solidaritas sosial tecermin dari kegairahan masyarakat sipil, seperti organisasi keagamaan, sivitas akademika, dan para pengusaha, memberikan sumbangsih. Bahkan, bantuan mengalir dari prakarsa individual di tingkat RT/RW merebak di mana-mana. Selain itu, puluhan ribu sukarelawan yang dibentuk Satgas Covid-19 dan masyarakat tidak terhitung banyaknya. Tak sedikit mereka berjibaku dan "bekerja kesetanan" mempertaruhkan nyawa menyelamatkan para penderita Covid -19.

Editor: Madina Nusrat
Bagikan
Memuat data..