logo Kompas.id
OpiniKolomCambridge Analytica, Pegasus, dan Teknologi Pengancam Demokrasi

Cambridge Analytica, Pegasus, dan Teknologi Pengancam Demokrasi

Kasus Cambridge Analytica dan ”spyware” Pegasus membuka mata kita bahwa di tangan orang yang salah, teknologi bisa berpotensi merusak demokrasi.

Oleh Andreas Maryoto
· 1 menit baca
Memuat data...

Andreas Maryoto, Wartawan Senior Kompas

Orang masih ingat ketika beberapa tahun yang lalu kasus Cambridge Analytica terkuak ke publik. Mereka marah dan menganggap teknologi telah mencederai demokrasi. Data pemilik akun juga digunakan tanpa sepengetahuan mereka. Orang memilih calon tertentu dalam pemilihan presiden tidak lagi digerakkan oleh kehendak bebas, tetapi dipengaruhi oleh konten-konten yang secara teknologi bisa diarahkan untuk orang tertentu.

Teknologi itu memungkinkan untuk mengarahkan konten tertentu pada target karena tersedia data yang memadai tentang orang itu. Intinya, ada konten yang bisa disukai oleh orang tertentu yang sudah berhasil diprofil dengan teknologi digital. Orang yang tidak suka calon tertentu bisa dibalik pilihannya sehingga menjadi suka. Sebaliknya, orang yang suka calon tertentu bisa juga dibalik agar menjadi tidak suka dengan calon tertentu.

Editor: Prasetyo Eko
Bagikan
Memuat data..