logo Kompas.id
OpiniKolomKado Aneh di Hari Ulang Tahun

Kado Aneh di Hari Ulang Tahun

Jadi pada ulang tahun ke-18 itu, kalau tak salah ingat, aku dihadiahi beberapa potong sabun mandi, handuk, dan yang terbanyak justru gelas. Kau boleh tertawa ngakak soal ini, tetapi itulah senyatanya.

Oleh Putu Fajar Arcana
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas

Putu Fajar Arcana, Wartawan Senior Kompas

Saat aku merayakan ulang tahun pertama menurut perhitungan kalender lokal, pembunuhan sedang terjadi di mana-mana. Seluruh penjuru kota berbau amis darah. Penculikan dan pembantaian justru dimotori oleh militer. Orang-orang yang dicap merah dijemput paksa dari rumah, lalu dijerumuskan ke dalam truk untuk selanjutnya dieksekusi oleh para algojo. Pada masa itu, para korban ”dibon”, ditukartempatkan dengan calon korban lain agar para algojo tidak mengenalnya. 

Kata ibuku, tak jauh dari rumah kami di suatu gedung bernama Toko Wong, banyak orang dieksekusi. Oleh sebab itulah, renteten tembakan dengan sangat mudah terdengar. Satu letusan, kata Ibu lagi, sudah cukup untuk membuat kami semua berlindung di bawah kolong rumah karena ketakutan. Kami semua setiap saat mencemaskan keselamatan kami. Tuduhan anggota PKI (Partai Komunis Indonesia) berkelindan dengan soal-soal pribadi. Bahkan, kata Ibu, banyak yang dieksekusi karena kecemburuan, sakit hati, warisan, dan iri hati. 

Editor: sariefebriane
Bagikan
Memuat data..