logo Kompas.id
β€Ί
Opiniβ€ΊUang Digital Bank Indonesia
Iklan

Uang Digital Bank Indonesia

Masyarakat Indonesia, khususnya di kota besar, sudah dibiasakan melakukan pembayaran digital melalui berbagai platform digital swasta sehingga kemudahan uang digital bukan lagi jadi barang baru.

Oleh
SURYATIN SETIAWAN
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/THHIjxEGa_UMzhs4GyIvMfDIKWI=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2F20210608-Opini-Digital-6_1624895845.jpg

Judul di atas bukan dari Bank Indonesia (BI) tetapi dari angan-angan saya yang muncul setelah menyadari bahwa di tahun 2020 sudah ada 60 negara, atau 80 persen lebih bank sentral di dunia yang sudah mulai setuju, menyiapkan atau melakukan uang digital yang di terbitkan oleh bank sentral (central bank digital currency/CBDC).

Momentum CBDC saat ini dipacu oleh China yang sudah mulai menyiapkan diri sejak 2014 ketika uang kripto Bitcoin mulai mendapat perhatian di China. Pada 2020, e-Yuan sudah diuji coba di beberapa kota dan ambisi Pemerintah China berikutnya adalah pada saat Olimpiade Beijing 2022, e-Yuan sudah dapat dipakai bahkan oleh para turis.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan