logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniPandemi, Sains, dan Masalah Moral

Pandemi, Sains, dan Masalah Moral

Menurut Immanuel Kant, untuk mengukur moralitas seseorang, kita tak boleh melihat pada hasil perbuatannya, melainkan pada apakah kehendak pelaku ditentukan semata-mata oleh kenyataan bahwa perbuatan itu suatu kewajiban.

Oleh EKO WIJAYANTO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RIZA FATHONI

Warga melintasi mural bertemakan kampanye protokol kesehatan Covid-19 di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Jumat (13/11/2020). Kampanye bahaya Covid-19 di sejumlah tempat belum sepenuhnya memberi efek jera kepada warga yang abai menjalankan protokol kesehatan.

Pandemi Covid-19, kendati belum akan berakhir, dampak mental psikologisnya bagi manusia tak seketika sirna. Deraan yang dihadapi manusia masih mendera: alienasi diri, kesepian, dan stres.

Tatkala seluruh dunia sedang berlomba-lomba terlibat dalam revolusi 4.0 yang segala kegiatannya hampir serba digital ataupun virtual, manusia kemudian diingatkan kembali bahwa eksistensi mereka yang sebenarnya berada di dunia nyata; pada tubuhnya, dan bukan di dunia virtual. Pandemi yang sedang terjadi kini membuktikan betapa rentan dan ringkihnya tubuh seorang manusia.

Editor: yohaneskrisnawan
Bagikan
Memuat data..