logo Kompas.id
OlahragaLiga 2 Direkomendasikan Lanjut...
Iklan

Liga 2 Direkomendasikan Lanjut dengan Sistem Gelembung

Liga 2 direkomendasikan dilanjutkan dengan sistem gelembung. Namun, niat sebagian besar peserta klub Liga 2 agar kompetisi dilanjutkan itu kemungkinan baru bisa dilaksanakan oleh pengurus baru PSSI.

Oleh
ADRIAN FAJRIANSYAH
· 3 menit baca
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Ferry Paulus memimpin konferensi pers seusai pertemuan dengan perwakilan klub Liga 2 di Jakarta, Selasa (24/1/2023). Dari dinamika yang terjadi dalam forum itu, sebagian besar klub ingin Liga 2 dilanjutkan. Tetapi, dengan kendala yang ada, PT LIB menyiapkan sistem baru dengan cara <i>bubble</i> (gelembung). Usulan ini akan dibawa ke PSSI untuk diputuskan oleh Exco PSSI karena mereka yang punya ranah untuk memutuskan, seperti saat memutuskan Liga 2 dihentikan per 12 Januari 2023.
KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Ferry Paulus memimpin konferensi pers seusai pertemuan dengan perwakilan klub Liga 2 di Jakarta, Selasa (24/1/2023). Dari dinamika yang terjadi dalam forum itu, sebagian besar klub ingin Liga 2 dilanjutkan. Tetapi, dengan kendala yang ada, PT LIB menyiapkan sistem baru dengan cara bubble (gelembung). Usulan ini akan dibawa ke PSSI untuk diputuskan oleh Exco PSSI karena mereka yang punya ranah untuk memutuskan, seperti saat memutuskan Liga 2 dihentikan per 12 Januari 2023.

JAKARTA, KOMPAS — Hasil pertemuan antara PT Liga Indonesia Baru dan perwakilan klub Liga 2 di Jakarta, Selasa (24/1/2023), merekomendasikan kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia itu dilanjutkan dengan sistem gelembung. PT LIB akan menyerahkan rekomendasi itu kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia untuk diputuskan dalam rapat Komite Eksekutif atau Exco PSSI.

”Dari dinamika yang terjadi dalam forum tadi, teman-teman klub ingin Liga 2 dilanjutkan. Tetapi, dengan kendala yang ada, kita siapkan sistem baru dengan cara bubble (gelembung). Usulan ini akan dibawa ke PSSI untuk diputuskan oleh Exco PSSI karena mereka yang punya ranah untuk memutuskan, seperti saat mereka memutuskan Liga 2 dihentikan (per 12 Januari 2023),” ujar Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus dalam konferensi pers.

Editor:
WISNU AJI DEWABRATA
Bagikan