logo Kompas.id
β€Ί
Olahragaβ€ΊAncaman Rasisme yang Selalu...
Iklan

Ancaman Rasisme yang Selalu Berulang di Lapangan Hijau

Rasisme ibarat sebuah parasit di sepak bola. Meskipun sudah ada beragam aksi dan kampanye, serangan rasial tetap saja terjadi. Richarlison (Brasil) dan Glen Kamara (Finlandia) adalah korban terbaru rasisme.

Oleh
MUHAMMAD IKHSAN MAHAR
Β· 1 menit baca
Pemain timnas Brasil Richarlison (kanan) merayakan gol kedua bagi timnya laga persahabatan di Stadion Parc des Princes, Paris, (Selasa (27/9/2022). Richarlison mengalami penghinaan rasis saat merayakan golnya tersebut. Laga itu dimenangi Brasil dengan skor 5-1.
AFP/ANNE-CHRISTINE POUJOULAT

Pemain timnas Brasil Richarlison (kanan) merayakan gol kedua bagi timnya laga persahabatan di Stadion Parc des Princes, Paris, (Selasa (27/9/2022). Richarlison mengalami penghinaan rasis saat merayakan golnya tersebut. Laga itu dimenangi Brasil dengan skor 5-1.

Aksi berlutut yang dilakukan pemain Liga Inggris sebelum laga dimulai pada dua musim terakhir demi melawan tindakan rasisme ternyata belum efektif menyebarkan pesan anti-rasisme di lapangan hijau. Pekan internasional, yang berlangsung akhir September ini, tetap menghadirkan β€œluka” bagi beberapa pemain yang mendapat serangan rasial.

Itu dialami oleh pemain tim nasional Brasil yang juga penyerang Tottenham Hotspur, Richarlison, ketika tim Selecao berhadapan dengan Tunisia, Rabu (28/9/2022) dini hari WIB, di Stadion Parc des Princes, Paris. Serangan rasial itu dialami Richarlison saat merayakan golnya ke gawang Tunisia yang membawa Brasil unggul 2-1 di menit ke-19.

Editor:
EMILIUS CAESAR ALEXEY
Bagikan