logo Kompas.id
Olahraga”Torang Bisa, Nyata, dan...

”Torang Bisa, Nyata, dan Terbukti”

Wapres Ma’ruf Amin menutup PON XX di Papua sekaligus mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan PON. ”Ini sesuai dengan semboyan ’Torang Bisa!’. Torang Bisa! bukan hanya semboyan tetapi nyata dan terbukti,” kata Wapres.

Oleh
Nina Susilo
· 3 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/agsi8r3j3V9vAgLDYHSx00RBdeA=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F1e1922df-6779-4804-8ef8-378e806733d8_jpg.jpg
Kompas/Wawan H Prabowo

Penonton mengabadikan suasana menjelang acara penutupan PON Papua 2021 di Stadion Utama Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021). Kegiatan itu dihadiri secara langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Di pengujung acara, tuan rumah PON menampilkan seni tari dari daerahnya. PON XXI Tahun 2024 akan diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara.

JAYAPURA, KOMPAS — Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional Papua 2021 yang berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 mendapat apresiasi karena menunjukkan adanya tekad dan dedikasi dari masyarakat dan pemerintah daerah Papua. Perhelatan olahraga ini juga diharapkan mampu mempercepat kemajuan masyarakat di tanah Papua.

Penghargaan disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam penutupan PON XX di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021) petang. Penyelenggaraan pertama kali PON di tanah Papua dinilai sukses. ”Saya bangga dan terharu atas tekad dan dedikasi yang tinggi dari pemerintah dan masyarakat Papua yang bahu-membahu mempersiapkan dan menyelenggarakan PON kali ini,” ujar Wapres.

Keberhasilan penyelenggaraan PON 2021, kata Wapres, nyata kendati tidak mudah. Infrastruktur olahraga yang sangat masif, dengan standar dan kualitas internasional, harus dibangun untuk mempersiapkannya. Lokasi penyelenggaraan atau arena sangat tersebar di Jayapura, Mimika, dan Merauke. Jarak antara satu arena dengan arena yang lain adalah yang terjauh yang pernah ada dalam penyelenggaraan PON.

PON 2021 diselenggarakan dalam kondisi pandemi Covid-19. Ini menuntut kerja ekstra dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Diakui, penyelenggaraan PON 2021 adalah yang tersulit. Namun, warga Papua tidak saja mampu menyelenggarakannya. ”Ini sesuai dengan semboyan ’Torang Bisa!’. ’Torang Bisa!’ bukan hanya semboyan, melainkan nyata dan terbukti,” tutur Wapres Amin yang didampingi Nyonya Wury Ma’ruf Amin.

Wapres Amin juga menyampaikan selamat. Sebab, penyelenggaraan PON 2021 yang sukses menunjukkan bahwa Papua sejajar dengan provinsi lain, bahkan dalam beberapa aspek jauh lebih unggul.

Baca juga: Presiden Jokowi: PON 2021 Melambangkan Kemajuan Papua

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/KmAOott3yyyszGLvLId55hqt7Rw=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2FWakil-Presiden-Rapat-Kerja-di-Jawa-Tengah_1633588337.jpg
KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA

Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan keterangan seusai memimpin rapat pengurangan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Kamis (7/10/2021).

Wapres Amin juga mengajak seluruh masyarakat Papua yang hadir dalam penutupan untuk menyerukan kalimat penyemangat. ”Kalo ko bisa, sa juga bisa lebih baik,” ujarnya diikuti semua hadirin di stadion.

Masyarakat diharapkan memegang semangat terus dan mendorong kemajuan Papua. Apalagi, dalam PON 2021, para atlet Provinsi Papua juga menunjukkan kemampuan. Provinsi Papua melompat ke peringkat keempat dari penyelenggaraan sebelumnya di peringkat kedelapan.

”Kita harus terus bekerja keras agar talenta-talenta Papua tumbuh dan berkembang subur di semua aspek untuk mempercepat pembangunan kesejahteraan di Tanah Papua,” tutur Wapres.

Baca juga: Infrastruktur PON Mengubah Wajah Papua

Kesuksesan penyelenggaraan PON 2021 juga diharapkan terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk. Semangat solidaritas, persaudaraan, dan persatuan perlu terus dijaga serta dirawat. ”Torang samua basodara! Kita semua bersaudara!” kata Wapres.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/RFqscITCa5u9Y49sq-Q3AAW61qY=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F7e20bc46-17f5-4817-962f-4135bf4969e6_jpg.jpg
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Ekspresi pelari putri tim Jawa Tengah, Bektiningsih, ketika masuk finis pertama dalam laga nomor lari 4 x 400 meter estafet putri PON Papua 2021 di Stadion Atletik Kompleks Olahraga Mimika, Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (14/10/2021).

Hadir dalam penutupan PON 2021 ini, antara lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Penghargaan dan ucapan terima kasih juga disampaikan Wapres kepada Gubernur Papua Lukas Enembe yang juga Ketua Panitia Nasional PON Papua 2021. Diharapkan, keberhasilan penyelenggaraan PON 2021 ini dilanjutkan dengan penyelenggaraan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI di Papua. Peparnas dimulai November.

Lukas Enembe dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua yang mendukung penyelenggaraan PON 2021. ”Saya harus katakan kalian luar biasa sebab di luar sana banyak yang skeptis dan pesimistis apakah Papua dapat menjadi tuan rumah PON. Tapi, kita buktikan bisa, Papua Bisa, Torang Bisa,” ujarnya.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/gwYfdOxrAM8FH2OujD8MxScCBPU=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F03%2F3a45ef79-be86-4f47-9f98-7dd33af296df_jpg.jpg
HUMAS PEMPROV PAPUA

Gubernur Papua Lukas Enembe

Secara simbolik, PON 2021 ditutup dengan penyerahan bendera PON oleh Lukas kepada Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Marciano Norman. Bendera kemudian disampaikan kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Editor:
Antony Lee
Bagikan