FotografiFoto CeritaTopeng Ireng, Kesenian Rakyat ...
Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Topeng Ireng, Kesenian Rakyat yang Terus Bertransformasi

Kesenian rakyat Topeng Ireng terus bertransformasi dan mengalami berbagai pengembangan dari cikal bakalnya pada tahun 1950-an. Pelaku seni tersebut juga harus beradaptasi selama pandemi.

Oleh
FERGANATA INDRA RIATMOKO
· 1 menit baca

Bunyi musik berirama rancak dengan lagu berlirik bahasa Jawa mengalun dari sebuah peranti pelantang suara portabel bertenaga baterai yang digendong seorang warga di sebuah perumahan di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (29/8/2021). Ia berkeliling kompleks tempat tinggalnya dengan diikuti dua warga lain yang mengenakan kostum tari Topeng Ireng. Mereka menari-nari mengikuti irama yang keluar dari pelantang sederhana tersebut sambil membagikan hadiah untuk anak-anak di perumahan mereka yang memenangi berbagai lomba dalam rangka peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sepasang kostum yang dilengkapi topi dengan hiasan bulu unggas menjulang tinggi, yang disewa dengan harga Rp 100.000 tersebut, sudah cukup menambah semarak suasana di hari libur yang selalu sepi saat pandemi. Pagebluk yang tidak kunjung usai membuat panggung bagi sejumlah sanggar tari Topeng Ireng yang biasa dipenuhi ingar bingar terpaksa berpindah ke ruang-ruang virtual serta sejumlah ajang kecil-kecilan untuk menghindari kerumunan yang terlarang.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/_mhe8a8Nj4qXh6UDuZoEuh7KjDI=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2F222b7d60-5f15-4e00-93f8-6ca7eec24865_jpg.jpg
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Membagikan Hadiah di Perumahan

Memuat data...
Memuat data...