logo Kompas.id
NusantaraAktivis Perempuan di Sumbar Desak RUU PKS Disahkan

Aktivis Perempuan di Sumbar Desak RUU PKS Disahkan

Perempuan penyandang disabilitas termasuk kalangan paling rentan terhadap kekerasan seksual, seperti pelecehan seksual dan pemerkosaan, terutama disabilitas netra dan disabilitas rungu.

Oleh YOLA SASTRA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/YOLA SASTRA

Aktivis perempuan yang tergabung dalam Jaringan Peduli Perempuan menggelar aksi diam dalam peringatan Hari Perempuan Internasional di jalan depan kantor DPRD Sumatera Barat, Padang, Sumbar, Senin (8/3/2021). Melalu tulisan di kertas karton, mereka menuntut pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual karena angka kekerasan seksual masih relatif tinggi, termasuk di Sumbar.

PADANG, KOMPAS — Aktivis perempuan di Sumatera Barat yang tergabung dalam Jaringan Peduli Perempuan menuntut agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan. Pengesahan RUU PKS itu mendesak karena tingginya angka kekerasan seksual terhadap perempuan, termasuk di Sumbar.

Tuntuan itu mereka sampaikan dalam aksi diam saat peringatan Hari Perempuan Internasional di pinggir jalan depan kantor DPRD Sumbar, Padang, Senin (8/3/2021). Dalam aksi tersebut, sekitar 50 orang aktivis perempuan menyampaikan keresahan mereka melalui tulisan di kertas karton, tanpa bersuara.

Editor: aufrida wismi
Bagikan
Memuat data..