logo Kompas.id
MetropolitanAnimo Tinggi, DKI Pastikan...

Animo Tinggi, DKI Pastikan Tidak Ada Penambahan Kuota

Hingga 19 April 2022, belum pasti sisa kuota mudik gratis Pemprov DKI Jakarta. Hasil verifikasi Dishub DKI menemukan ada pendaftaran ganda hingga masyarakat yang batal berpartisipasi. DKI memastikan kuota tidak ditambah.

Oleh
HELENA FRANSISCA NABABAN
· 2 menit baca
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo

JAKARTA, KOMPAS — Program mudik gratis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih terus menarik minat warga DKI Jakarta. Kuota mudik gratis kini masih tersisa 4.533 kursi, sementara kuota kursi arus balik tersisa 2.135 kursi. DKI memastikan tidak ada penambahan kuota.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Selasa (19/4/2022), mengatakan, animo masyarakat terhadap program mudik gratis tinggi. Dari pendataan per Selasa pukul 13.47, kursi tersedia untuk mudik gratis tersisa 1.843 kursi dari kuota yang disiapkan 11.680 kursi. Sementara untuk balik gratis tersedia 839 kursi dari kuota 8.000 kursi.

Untuk kuota sepeda motor pada arus mudik tersisa empat unit dari kuota 660 unit. Adapun kuota sepeda motor pada arus balik tersisa 28 unit dari kuota 270 unit.

Baca juga : DKI Siapkan Layanan untuk 13 Juta Pemudik

Namun, data pendaftar itu dinamis. Ketika dicek kembali di situs resmi mudik gratis Dinas Perhubungan DKI, kuota kursi mudik gratis tersisa 4.533 kursi, sedangkan kuota kursi balik gratis tersisa 2.135 kursi.

Penumpang menunggu kedatangan bus di Terminal Kalideres, Jawa Barat, Senin (11/4/2022).
KOMPAS/AGUIDO ADRI

Penumpang menunggu kedatangan bus di Terminal Kalideres, Jawa Barat, Senin (11/4/2022).

Yayat Sudrajat, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menjelaskan, data sisa kuota yang tertera di situs resmi mudik gratis dinamis berdasarkan hasil verifikasi. Setelah dilakukan verifikasi data pemudik, terdapat kasus beberapa pemudik tidak jadi berpartisipasi, ada pula yang ternyata sudah didaftarkan oleh orangtua atau anaknya sehingga terdapat data yang sama.

Untuk kuota sepeda motor juga terjadi data yang dinamis. ”Setelah verifikasi oleh tim, pemudik ternyata salah meng-input data atau urung membawa motor. Karena itu, terjadi perubahan data pada website karena sistem kembali membuka kuota-kuota yang tidak lolos verifikasi,” ujar Yayat.

Baca juga : Jutaan Orang Mendaftar Mudik Gratis di DKI

Dengan kuota yang tersisa setelah verifikasi, lanjut Yayat, artinya itu masih memberikan kesempatan kepada masyarakat yang benar-benar ingin mudik Lebaran.

Dari kuota yang tersisa, Syafrin melihat, animo masyarakat tinggi. Meski begitu, ia memastikan Pemprov DKI Jakarta tidak akan menambah kuota mudik gratis tersebut.

”Anggaran yang dialokasikan untuk program mudik dan balik gratis ini total sebesar Rp 4 miliar. Tidak ada penambahan kuota,” kata Syafrin.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Rabu (2/10/2019).
KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, merespons program mudik gratis itu, mengatakan, masyarakat bisa mendapatkan manfaatnya. Apalagi sudah dua tahun masyarakat tidak mudik seperti pada 2019 dan sebelumnya.

”Jadi, kita apresiasi sekali. Memang secara kuota belum ada rencana, tetapi kita pantau sejauh ini belum ada penambahan,” ucap Anies.

Editor:
NELI TRIANA
Bagikan