logo Kompas.id
MetropolitanKasus Omicron Jakarta Tembus...
Iklan

Kasus Omicron Jakarta Tembus 252 Kasus, Vaksinasi ”Booster” Tunggu Pusat

Pemprov DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa per 4 Januari 2022 kemarin, kasus Omicron bertambah 90 pasien sehingga kini ada 252 kasus Omicron di Ibu Kota. DKI ingatkan warga agar terus disiplin protokol kesehatan.

Oleh
Helena F Nababan
· 3 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/bM6V72EZ3SmBah3LEwAwulxq9GA=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2F0483447f-5751-4fe2-a0c5-4dbefec9941d_jpg.jpg
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Anak-anak menjalani vaksinasi Covid-19 di SD Tiara School, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (23/12/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat per 4 Januari 2022 ada penambahan 90 kasus Omicron, dengan kasus aktif Jakarta mencapai 768 kasus, baik yang masih dirawat maupun isolasi. Warga diingatkan agar terus berhati-hati, waspada, dan menerapkan protokol kesehatan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Rabu (5/1/2022) di Balai Kota DKI Jakarta, menjelaskan, angka kasus Covid-19 varian Omicron di Jakarta bertambah 90 kasus, dari sebelumnya 162 kasus. Penambahan kasus itu tercatat per 4 Januari 2022. Dengan demikian, kasus Omicron di DKI Jakarta mencapai 252 kasus.

Dari 252 kasus Covid-19 varian Omicron tersebut, rinciannya adalah 239 kasus impor dan 13 kasus merupakan transmisi lokal. Seluruh pasien terkonfirmasi, menurut Ahmad Riza, dirawat di RSDC Wisma Atlet dan RSPI Sulianti Saroso.

Infonya, sementara 12 Januari bisa dimulai. Tetapi, secara teknis kelompok mana yang akan lebih dulu mendapatkan booster, kami masih menunggu.

Karena mayoritas adalah kasus pelaku perjalanan ke luar negeri, Ahmad Riza mengingatkan warga DKI agar berhati-hati. ”Sekali lagi kami ingatkan hati-hati, semua warga hati-hati yang bepergian, terutama yang ke luar negeri. Jadi yang masih di luar negeri mohon menjadi perhatian,” katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (4/1/2022), Ahmad Riza sudah mengumumkan, di DKI ada 162 kasus Covid-19 varian Omicron di DKI Jakarta. Enam kasus di antaranya merupakan kasus transmisi lokal.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/wWBDz_ejI3Xb5sea0EHVLXeWSTM=/1024x497/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F05%2F76d647c2-26b1-474f-b7f5-59410bbbf48f_jpg.jpg
KOMPAS/ERIKA KURNIA

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ditemui setelah mengikuti apel Operasi Ketupat di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia Handayani menjelaskan, secara keseluruhan, kasus Covid-19 aktif di Jakarta per 4 Januari 2022 bertambah 74 kasus sehingga jumlah kasus aktif, baik yang masih dirawat maupun isolasi sebanyak 768 kasus. Sementara pada 3 Januari 2022 kasus aktif sebanyak 694 kasus.

Vaksinasi ”booster” tunggu pusat

Iklan

Dwi melanjutkan, kendati kasus sudah mulai meningkat, DKI Jakarta masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait pelaksanaan booster vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat umum.

”Infonya sementara 12 Januari bisa dimulai. Tetapi secara teknis kelompok mana yang akan lebih dulu mendapatkan booster, kami masih menunggu,” katanya.

Menurut Dwi Oktavia, DKI menyusun skenario-skenario terkait pemberian vaksinasi booster tersebut. ”Sama seperti lebih kurang waktu mau memvaksin anak. Sebelum diumumkan bahwa sudah boleh vaksin untuk anak, kita membuat skenario di sekolah dan lain-lain sehingga bisa cepat,” ujar Dwi Oktavia.

Baca juga: Ada Omicron dan Kasus Aktif di Jakarta Meningkat, Disdik Diminta Waspadai Penularan Saat PTM

Namun, imbuh Dwi, skenario itu akan sesuai petunjuk dari Kemenkes kelompok mana yang boleh mendapatkan vaksinasi dulu. Kemudian juga titik layanan vaksinasi booster.

”Kita sejauh ini tidak hanya di faskes (fasilitas kesehatan) untuk layanan vaksinasi, tetapi kita sangat siap berkolaborasi dengan faskes swasta juga kolaborator yang berinisiatif untuk membuka sentra vaksin. Itu kita bersama-sama memberikan layanan vaksinasi untuk bisa mempercepat dan tentu saja kalau misalnya nanti lansia kita bisa mengulang kembali bagaimana kita melakukan vaksinasi pada lansia,” kata Dwi Oktavia.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/sMAfjt7FmZQ52ESeWAYFjx2aHUk=/1024x730/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F03%2F20190321_123816_1553153483.jpg
AGUIDO ADRI UNTUK KOMPAS

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia, saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Untuk tenaga kesehatan, sejak Agustus 2021 sampai dengan saat ini sudah 70 persen yang mendapatkan booster. Persentase itu setara dengan 71.000 tenaga kesehatan.

Ahmad Riza menambahkan, dengan kasus Covid-19 aktif yang bertambah juga varian Omicron yang meningkat, Pemprov DKI memastikan warga sudah menerima vaksinasi demikian juga anak-anak. ”Anak-anak yang belum menerima vaksin bisa segera diajak vaksin, demikian juga orangtua yang belum menerima vaksin bisa dipastikan segera mendapatkan vaksin,” ungkapnya.

Dalam penanganan Covid-19, DKI Jakarta berkomitmen memastikan berbagai fasilitas, seperti rumah sakit, obat-obatan, vitamin, dan APD, semuanya siap. ”Apalagi BOR (tingkat keterisian tempat tidur) isolasi saat ini meningkat menjadi 7 persen dari sebelumnya 4 persen dan ICU (ruang perawatan intensif) menjadi 5 persen,” kata Ahmad Riza.

Ahmad Riza sekali lagi mengingatkan warga DKI agar berhati-hati, lebih disiplin, dan taat menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Mayoritas dari 162 Kasus Omicron Jakarta Diduga Terkait Perjalanan Luar Negeri

Editor:
Neli Triana
Bagikan