logo Kompas.id
MetropolitanMenunggangi Covid-19 di Ibu...

Menunggangi Covid-19 di Ibu Kota dengan Avokad dan Anggur

Meski lahan bertanam di Ibu Kota makin sempit, Pemerintah Provinsi DKI tak henti mengajak warga menjadi petani. Sebanyak 17.825 orang menggiatkan pertanian perkotaan di Jakarta sepanjang 2020.

Oleh
JOHANES GALUH BIMANTARA
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/h84DwNFynVkkgvRXSGeZ_-KJRSw=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F02%2F8ce0722b-26a4-4017-8493-2fc581eaad18_jpg.jpg
KOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARA

Petani mengecek bibit avokad cipedak di kebun yang berlokasi di Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021).

Belantara beton di Ibu Kota kian meraksasa menciutkan lahan untuk bercocok tanam. Namun, petani bibit avokad Ahmad Fahrizal (33) dan petani bibit anggur Yatno (40) membuktikan sejahtera dengan bertani di Jakarta bukanlah sebuah kemustahilan. Mereka malah menunggangi krisis wabah akibat virus korona baru untuk menjemput lebih banyak rupiah.

Meski nama dan hasilnya sudah punya takhta di tingkat nasional, kebun bibit avokad Fahrizal atau Rizal seperti bersembunyi dari keriuhan. Lokasinya di Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, tergolong tidak strategis untuk memikat konsumen karena tidak tepat di sisi jalan raya.

Editor:
nelitriana
Bagikan