logo Kompas.id
β€Ί
Metropolitanβ€ΊPupus Cita-cita Buah Hati...
Iklan

Pupus Cita-cita Buah Hati Alfia

Biaya bulanan bagi pelajar pemegang Kartu Jakarta Pintar memang telah ditanggung Pemprov DKI. Namun, uang pangkal sekolah swasta tetap sulit dipenuhi oleh warga miskin Ibu Kota.

Oleh
Laraswati Ariadne Anwar
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/x6KbQsfQ4EwklxTr4mAQUW7KR2s=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F07%2F20200713-dne-demo-ppdb_1594645519.jpg
KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR

Unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta, Senin (13/7/2020). Orangtua dan wali murid anak-anak pemegang Kartu Jakarta Pintar protes karena anak mereka tidak diterima di sekolah negeri, sementara biaya untuk masuk ke sekolah swasta di luar jangkauan.

Tahun ajaran 2020/2021 sudah resmi dimulai Senin (13/7/2020). Ketika anak-anak di Jakarta memulai proses belajar jarak jauh secara daring, ada anak-anak yang sama sekali belum memulai pendidikannya. Mereka terpaksa berdiam di rumah karena tidak mendapatkan sekolah.

”Anak saya bercita-cita meneruskan ke SMK, tetapi tidak lolos di semua jalur PPDB (penerimaan peserta didik baru). Untuk melanjutkan ke sekolah swasta, saya tidak mampu membiayai,” kata Alfia (50), seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, ketika ditemui di depan Balai Kota Jakarta pada Senin.

Editor:
nelitriana
Bagikan